Ada Kampung Sakura di Bandar Lampung, Warga Sulap Gang Jelang 17 Agustus
gang disulap menjadi kampung sakura--tiktok @trendinglampung
BANDAR LAMPUNG, RADARTVNEWS.COM – Ada yang berbeda menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebuah gang di Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, disulap menjadi kampung sakura di Bandar Lampung dengan dekorasi bernuansa Jepang.
Gang sepanjang sekitar 100 meter tersebut dihiasi bunga sakura dan lampion yang bergantungan di sepanjang jalan. Meski mengusung konsep Jepang, warna merah dan putih tetap digunakan sebagai penanda perayaan 17 Agustus.
Gang di Bandar Lampung disulap jadi kampung sakura tersebut berada di lingkungan empat RT, yakni RT 06, RT 07, RT 08, dan RT 09, Lingkungan 1, Kelurahan Surabaya. Proses pembuatannya dilakukan secara swadaya dan melibatkan gotong royong warga.
BACA JUGA:Jelang HUT RI ke-81, Wajah Bandar Lampung Mulai Dipenuhi Nuansa Merah Putih
Ketua RT 07, Mulyono, mengatakan ide dekorasi tersebut muncul untuk menghadirkan suasana berbeda dalam perayaan kemerdekaan. Bunga sakura yang digunakan merupakan tanaman milik warga setempat.
“Bunga sakura ini ada yang punya warga, jadi kita manfaatkan. Lampionnya ada merah putihnya,” kata Mulyono.
Menurutnya, dekorasi tersebut dibuat untuk memeriahkan berbagai kegiatan, terutama lomba anak-anak dalam rangka 17 Agustus di Bandar Lampung. Konsep Jepang dipilih agar lingkungan terlihat lebih menarik dan berbeda dari dekorasi kampung pada umumnya.
Meski menghadirkan dekorasi 17 Agustus bernuansa Jepang di Bandar Lampung, warga tetap mempertahankan identitas kemerdekaan melalui warna merah putih.
“Momennya tetap merah putih yang kita ambil,” ujarnya.
Pengerjaan dilakukan secara bertahap ketika warga memiliki waktu luang. Mereka berkumpul dan menata berbagai dekorasi secara bersama-sama tanpa jadwal khusus.
Salah seorang warga, Ahmad Yani, mengatakan gagasan membuat kampung bernuansa Jepang tersebut muncul secara mendadak. Beruntung, sejumlah bahan dekorasi sudah tersedia sehingga warga tinggal menata dan mengerjakannya bersama.
“Ide sebenarnya mendadak. Kebetulan bahan kita sudah ada. Untuk menata dan pelaksanaannya secara swadaya bersama warga, kita sudah sepakat,” kata Ahmad.
Keterlibatan warga dari empat RT membuat proses pengerjaan kampung sakura jelang 17 Agustus di Bandar Lampung tersebut tidak hanya menjadi upaya mempercantik lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat.
Mulyono berharap kegiatan tersebut dapat menjaga kekompakan sekaligus mendorong warga untuk lebih aktif dalam kegiatan lingkungan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: Lampung Viva