Boros vs Healing: Belanja karena Butuh atau Cuma Balas Dendam?
Akibat tidak dapat mengontrol diri saat berbelanja, healing bisa berkedok boros--Pinterest
RADARTVNEWS.COM - Belakangan ini, kata "healing" jadi istilah favorit generasi Z, baik di media sosial maupun percakapan sehari-hari. Kata ini sering dijadikan alasan untuk melakukan berbagai aktivitas yang sebenarnya belum tentu berhubungan dengan pemulihan mental.
Kegiatan healing biasanya mulai dari nongkrong, jalan-jalan singkat, hingga berbelanja barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Hal ini dilakukan setelah bekerja keras atau menghadapi tekanan hidup sehari-hari. Jadi, apakah "healing" ini benar-benar kebutuhan, atau cuma kedok baru untuk boros?
Fenomena ini muncul seiring makin terbukanya anak muda membicarakan stres dan pentingnya menjaga keseimbangan hidup. Self reward pun dianggap sebagai salah satu cara sederhana untuk merawat diri, sekaligus memberi jeda dari rutinitas yang padat. Sayangnya, niat baik ini tidak selalu berjalan mulus.
Tidak sedikit yang menilai konsep self reward justru sering berubah menjadi pembenaran untuk perilaku konsumtif, di mana pengeluaran yang awalnya dianggap sebagai bentuk penghargaan diri perlahan bisa berubah jadi kebiasaan belanja yang tidak terkontrol, apalagi saat dipengaruhi tren di media sosial.
BACA JUGA:Gaji Habis Sebelum Akhir Bulan? Kenali Kebiasaan yang Perlu Dihindari
Sejumlah pembahasan di kalangan anak muda juga menyoroti bahwa self healing kerap disalahartikan. Padahal, jika seseorang senang berbelanja, aktivitas itu boleh saja dijadikan bentuk apresiasi terhadap diri sendiri, asalkan tetap tahu batasan, misalnya dengan menetapkan nominal maksimal untuk setiap hal yang dibeli agar tidak berujung pada pemborosan.
Masalahnya, batas antara "menghadiahi diri" dan "menghambur-hamburkan uang" ini memang tipis. Ditambah kemudahan belanja online dan gempuran konten treat yourself di media sosial, banyak yang akhirnya baru sadar dompet sudah menipis setelah "healing" berkali-kali dalam sebulan. Jadi, sebelum klik tombol "beli sekarang", ada baiknya bertanya dulu pada diri sendiri, ini benar-benar butuh healing, atau cuma cari alasan buat belanja?
Pada akhirnya, healing dan boros sebenarnya bukan soal aktivitasnya, melainkan soal niat dan kontrol diri. Selama dilakukan dengan sadar dan sesuai kemampuan, berbelanja atau jalan-jalan sebagai bentuk self reward tetap sah-sah saja.
Sebab jika dibiarkan tanpa kendali, pemborosan bukan hanya merusak kondisi keuangan, tapi juga bisa berkembang menjadi kebiasaan belanja kompulsif yang justru menambah beban pikiran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: