Tren Olahraga Ubah Cara Pandang Gen Z Terhadap Miras
--Gen z Gemari Tren Olahraga - Ilustrasi / Pinterest
RADARTVNEWS.COM – Pemandangan anak muda memenuhi pusat kebugaran, jogging track, lapangan padel, hingga kelas pilates semakin mudah ditemukan di berbagai kota. Bagi sebagian Generasi Z, olahraga tidak lagi sebatas aktivitas untuk menjaga bentuk tubuh. Fitness, lari, dan berbagai kegiatan wellness telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus ruang untuk bersosialisasi.
Perubahan gaya hidup tersebut ikut berjalan beriringan dengan perubahan cara generasi muda memandang minuman beralkohol. Namun, anggapan bahwa Gen Z menjadi satu-satunya kelompok yang membuat industri minuman keras tertekan ternyata perlu dilihat lebih hati-hati.
Data terbaru dari IWSR menunjukkan bahwa konsumsi minuman beralkohol secara global memang masih menghadapi tekanan. Volume total beverage alcohol di 15 pasar utama turun sekitar 3 persen pada 2025, setelah sebelumnya turun 2 persen pada 2024.
Penurunan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebiasaan moderasi, kondisi ekonomi, perubahan gaya hidup, hingga meningkatnya minat terhadap minuman tanpa alkohol. Menariknya, Gen Z justru menunjukkan gambaran yang lebih kompleks.
Menurut riset IWSR yang dirilis Juli 2026, sebanyak 74 persen konsumen Gen Z yang telah mencapai usia legal minum di 15 pasar utama melaporkan mengonsumsi alkohol. Angka tersebut meningkat dibandingkan 66 persen tiga tahun sebelumnya dan kini hampir menyamai tingkat partisipasi seluruh populasi dewasa yang mencapai 76 persen.
Artinya, Gen Z bukan sepenuhnya generasi yang meninggalkan alkohol. Mereka cenderung memiliki hubungan yang lebih selektif dengan minuman beralkohol, termasuk mempertimbangkan kapan, di mana, dan seberapa banyak mereka mengonsumsinya. IWSR menyebut perubahan perilaku tersebut sebagai bagian dari hubungan Gen Z yang semakin terukur dengan alkohol. Moderasi, pilihan yang lebih disengaja, serta pertimbangan nilai dan gaya hidup menjadi faktor yang semakin penting.
Di tengah perubahan itu, tren wellness tetap menjadi fenomena yang tidak bisa diabaikan. Aktivitas seperti gym, lari, pilates, padel, dan berbagai olahraga komunitas menawarkan bentuk rekreasi yang berbeda. Nongkrong tidak selalu harus berakhir di bar atau tempat yang menjual alkohol. Bagi sebagian anak muda, menghabiskan waktu bersama teman setelah berolahraga sambil menikmati kopi, minuman nonalkohol, atau makanan sehat juga menjadi pilihan.
Perubahan tersebut sekaligus memengaruhi cara industri minuman merespons pasar. Ketika konsumen semakin memperhatikan kesehatan, kebugaran, dan pengeluaran, produsen dituntut menghadirkan pilihan yang lebih beragam.
Kategori no-alcohol dan produk dengan kadar alkohol rendah menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian. IWSR mencatat kategori minuman tanpa alkohol termasuk yang tetap menunjukkan pertumbuhan ketika volume kategori minuman beralkohol secara keseluruhan mengalami tekanan.
Namun, fenomena ini tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan olahraga atau Gen Z. Data terbaru justru memperlihatkan bahwa Baby Boomers mengalami penurunan tingkat partisipasi minum yang lebih besar. Tingkat partisipasi mereka tercatat 71 persen, turun dua poin persentase dibandingkan tiga tahun sebelumnya dan menjadi yang terendah di antara kelompok generasi yang diteliti.
Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) memang memiliki indikator konsumsi alkohol untuk penduduk berusia 15 tahun ke atas. Namun, indikator tersebut tidak secara spesifik membuktikan bahwa penurunan konsumsi alkohol anak muda Indonesia disebabkan oleh tren olahraga atau budaya wellness. Karena itu, klaim tersebut perlu dibedakan dari data yang benar-benar tersedia.
Meski begitu, perubahan pola hidup anak muda tetap menjadi sinyal penting bagi industri. Ketika kesehatan, kebugaran, produktivitas, dan pengalaman sosial baru semakin mendapat tempat, definisi "nongkrong" pun ikut berubah. Kini, sebuah sore bersama teman bisa diisi dengan berlari beberapa kilometer, bermain padel, mengikuti kelas pilates, atau sekadar menikmati kopi setelah berolahraga. Alkohol bukan lagi satu-satunya pilihan untuk menciptakan pengalaman sosial.
Pada akhirnya, perubahan industri minuman bukanlah cerita sederhana tentang Gen Z yang meninggalkan alkohol. Ini merupakan gambaran lebih besar tentang bagaimana konsumen dari berbagai generasi mulai mengubah hubungan mereka dengan minuman beralkohol.
Dan di tengah perubahan tersebut, satu hal menjadi semakin jelas: gaya hidup sehat dan wellness telah menjadi kekuatan baru yang ikut membentuk arah pasar minuman global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: instagram @adabtiv & @ahquote (laporan pasar global & riset iwsr)