Standar Kecantikan di Era Media Sosial, Ini Penjelasannya!

Standar Kecantikan di Era Media Sosial, Ini Penjelasannya!

Menjadi cantik tidak harus selalu memenuhi standar yan sedang populer. Kepercayaan diri dan penerimaan diri juga merupakan bagian dari kecantikan-Pexels-Ron Lanch

RADARTVNEWS.COM - Di era media sosial, definisi cantik semakin mudah ditemukan, tetapi juga semakin sulit dicapai. Kulit mulus tanpa noda, tubuh langsing, wajah simetris, hingga fitur tertentu kerap ditampilkan sebagai gambaran kecantikan yang ideal. Tanpa disadari, paparan tersebut membentuk standar yang kemudian dijadikan tolok ukur oleh banyak orang dalam menilai penampilan diri.

Standar kecantikan sebenarnya bukan hal baru. Setiap zaman dan budaya memiliki definisi cantik yang berbeda-beda. Namun, perkembangan media sosial membuat standar tersebut menyebar lebih cepat dan menjangkau lebih banyak orang. Algoritma platform digital terus menampilkan wajah dan penampilan yang serupa, sehingga muncul kesan bahwa hanya ada satu bentuk kecantikan yang dianggap ideal.

Fenomena ini tidak hanya memengaruhi cara masyarakat memandang orang lain, tetapi juga cara seseorang memandang dirinya sendiri. Banyak orang mulai membandingkan wajah maupun bentuk tubuhnya dengan figur publik, influencer, atau konten yang telah melalui proses penyuntingan. Akibatnya, rasa percaya diri dapat menurun karena merasa tidak memenuhi standar yang terus ditampilkan.

American Psychological Association (APA) menjelaskan bahwa paparan terhadap citra tubuh yang ideal di media dapat memengaruhi body image dan meningkatkan kecenderungan seseorang untuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menekankan bahwa kesehatan mental berkaitan erat dengan bagaimana seseorang menerima dan menghargai dirinya sendiri.

Di sisi lain, media sosial juga mulai menghadirkan gerakan yang mendorong penerimaan diri, seperti body positivity dan body neutrality. Kedua gerakan tersebut mengajak masyarakat untuk melihat tubuh bukan semata dari penampilan, tetapi juga dari fungsi dan kesehatan yang dimilikinya. Meski demikian, perjalanan menuju penerimaan diri tentu tidak mudah, terutama ketika standar kecantikan terus berubah mengikuti tren.

BACA JUGA:Penelitian Ungkap Pria Lebih Mengutamakan Sifat Baik daripada Kecantikan

Perlu dipahami bahwa merawat diri dan ingin tampil menarik bukanlah sesuatu yang salah. 

Namun, ketika keinginan tersebut berubah menjadi tekanan untuk selalu memenuhi ekspektasi orang lain, dampaknya dapat memengaruhi kesehatan mental maupun kualitas hidup seseorang.

Pada akhirnya, kecantikan tidak dapat diukur hanya melalui satu standar. Setiap individu memiliki karakteristik, warna kulit, bentuk tubuh, dan wajah yang berbeda. Di tengah derasnya arus media sosial, penting bagi masyarakat untuk menyadari bahwa apa yang terlihat di layar belum tentu mencerminkan kenyataan. Membangun rasa percaya diri dan menerima diri sendiri menjadi langkah yang tidak kalah penting dibandingkan mengejar standar kecantikan yang terus berubah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: