Daun Stevia Disebut Lebih Manis dari Gula, Benarkah Lebih Sehat?

Daun Stevia Disebut Lebih Manis dari Gula, Benarkah Lebih Sehat?

Kandungan dan Manfaat Daun Stevia-pinterest-

RADARTVNEWS.COM – Stevia semakin populer sebagai alternatif gula, terutama bagi masyarakat yang ingin mengurangi asupan gula tanpa menghilangkan rasa manis pada makanan dan minuman. Pemanis alami yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana ini bahkan disebut memiliki tingkat kemanisan hingga 200–300 kali lebih tinggi dibandingkan gula pasir, tetapi hampir tidak mengandung kalori. Karena karakteristik tersebut, stevia banyak digunakan sebagai pengganti gula pada berbagai produk rendah kalori, mulai dari minuman, makanan penutup, hingga produk khusus bagi penderita diabetes.

Menurut World Health Organization (WHO), konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga kerusakan gigi. Oleh karena itu, penggunaan pemanis rendah kalori seperti stevia menjadi salah satu alternatif yang banyak diteliti untuk membantu mengurangi konsumsi gula tambahan.

Senyawa utama yang memberikan rasa manis pada stevia adalah steviol glycosides, terutama stevioside dan rebaudioside A. Berbeda dengan gula biasa, senyawa tersebut tidak meningkatkan kadar gula darah secara signifikan sehingga lebih aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang, termasuk penderita diabetes apabila digunakan sesuai batas konsumsi yang dianjurkan.

Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients menyebutkan bahwa stevia berpotensi membantu mengurangi asupan kalori harian tanpa mengurangi rasa manis pada makanan dan minuman. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan stevia tidak menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah seperti gula pasir.

Selain itu, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Ethnopharmacology melaporkan bahwa ekstrak daun stevia memiliki potensi sebagai antioksidan dan diduga memiliki efek antiradang. Namun, para peneliti menegaskan bahwa manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan pada manusia untuk memastikan efektivitasnya dalam jangka panjang.

BACA JUGA:Gaya Hidup Matcha vs. Realita Gula: Benarkah Minuman Hits Gen Z Ini Benar-Benar Sehat?

Meski memiliki berbagai keunggulan, stevia tetap sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) menetapkan batas konsumsi harian yang dapat diterima (Acceptable Daily Intake/ADI) untuk steviol glycosides sebesar 4 miligram per kilogram berat badan per hari, dihitung sebagai steviol.

Para ahli juga mengingatkan bahwa penggunaan stevia bukan berarti seseorang dapat mengabaikan pola makan sehat. Menjaga asupan gizi seimbang, membatasi makanan olahan, serta rutin berolahraga tetap menjadi langkah utama dalam menjaga kesehatan.

Kesimpulan

Stevia merupakan pemanis alami yang memiliki tingkat kemanisan jauh lebih tinggi dibandingkan gula pasir, tetapi hampir tidak mengandung kalori. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa stevia tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan dan berpotensi membantu mengurangi konsumsi gula tambahan. Meski demikian, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan batas konsumsi yang dianjurkan dan menjadi bagian dari pola hidup sehat secara keseluruhan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: