no na Comeback Lewat “honk!”, Bawa Nostalgia “Om Telolet Om” ke Panggung Musik Global
-Instagram - @nonawav-
Grup tersebut merilis single berjudul "honk!" pada 31 Juli 2026, menandai comeback yang tidak hanya menghadirkan musik pop enerjik, tetapi juga membawa sentuhan budaya populer Indonesia yang pernah viral hingga mancanegara.
Melalui single terbaru no na "honk!" 2026, grup yang juga dikenal dengan single rollerblade ini menghadirkan konsep yang terasa akrab bagi masyarakat Indonesia. Alih-alih hanya menawarkan lagu dengan irama ceria, no na menghidupkan kembali fenomena "Om Telolet Om", tren yang sempat mewarnai jalanan Indonesia dan menjadi perbincangan dunia pada 2016.
Sejak masa promosi, no na comeback terbaru "honk!" sudah berhasil mencuri perhatian. Dalam teaser yang dirilis sebelum lagu resmi diluncurkan, penggemar dibuat penasaran dengan berbagai visual bernuansa jalanan Indonesia.
Salah satu yang paling mencolok adalah kemunculan angkot berwarna cerah, kendaraan yang identik dengan kehidupan masyarakat di berbagai daerah.
Visual tersebut ternyata bukan sekadar pelengkap. Kehadiran angkot berpadu dengan konsep klakson kendaraan menjadi benang merah yang menghubungkan lagu "HONK!" dengan fenomena "Om Telolet Om".
Perpaduan itu membuat comeback kali ini terasa lebih dekat dengan identitas Indonesia sekaligus menghadirkan nuansa yang berbeda dibanding rilisan-rilisan pop pada umumnya.
Fenomena "Om Telolet Om" sendiri pernah menjadi salah satu tren internet terbesar yang lahir dari Indonesia. Berawal dari kebiasaan anak-anak dan masyarakat yang berdiri di pinggir jalan sambil meminta sopir bus membunyikan klakson dengan suara khas, momen tersebut kemudian direkam dan diunggah ke media sosial.
Video-video itu dengan cepat menyebar dan menarik perhatian pengguna internet dari berbagai negara.
Bahkan, frasa "Om Telolet Om" sempat diunggah oleh sejumlah musisi internasional dan menjadi perbincangan global, menjadikannya salah satu fenomena digital Indonesia yang paling dikenal di dunia pada masanya.
Hampir satu dekade berselang, no na bawa nostalgia Om Telolet Om melalui pendekatan yang lebih segar. Alih-alih sekadar mengulang tren lama, grup ini mengemasnya menjadi bagian dari konsep musik pop modern yang mudah diterima oleh pendengar lintas negara.
Keputusan memasukkan elemen lokal tersebut juga memperlihatkan konsistensi no na dalam membangun identitas musik mereka.
Sebelumnya, grup ini telah memperkenalkan unsur budaya Indonesia melalui karya-karya terdahulu. Pada single "work", misalnya, no na memadukan ritme gamelan dengan nuansa kepulauan yang memperkaya karakter musik mereka.
Melalui "honk!", no na kembali menunjukkan bahwa unsur budaya dan keseharian masyarakat Indonesia dapat dikemas menjadi karya pop yang relevan dengan perkembangan industri musik global.
Elemen-elemen yang mungkin terasa sederhana bagi masyarakat Indonesia justru diolah menjadi konsep kreatif yang mampu memberikan warna berbeda di tengah dominasi musik pop internasional.
Kehadiran lagu ini sekaligus menjadi bukti bahwa identitas lokal dapat menjadi kekuatan dalam berkarya. Dengan mengangkat fenomena yang pernah menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat, honk! no na dengan nuansa Indonesia menghadirkan perpaduan antara nostalgia, kreativitas, dan semangat modern yang berpotensi menjangkau pendengar lebih luas.
Comeback ini pun kembali memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi medium untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia. Melalui sentuhan yang ringan, menyenangkan, dan mudah diingat, no na membawa kisah yang lahir dari jalanan Indonesia menuju panggung musik global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: