Suka Menyimpan Sampah? Waspada Kebiasaan Hoarding
ilustrasi hoarding-Photo: eBaumsWorld -Pinterest
RADARTVNEWS.COM - Banyak orang memiliki kebiasaan menyimpan barang lama karena merasa barang itu masih bisa dipakai suatu hari nanti, atau sekadar malas membuangnya.
Namun, ketika kebiasaan tersebut berubah menjadi aktivitas menumpuk barang secara berlebihan hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, kondisi itu bisa disebut sebagai hoarding.
hoarding adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan membuang barang, bahkan barang yang sebenarnya sudah tidak memiliki fungsi atau nilai penting.
Akibatnya, rumah atau kamar menjadi penuh sesak oleh tumpukan barang seperti kardus, pakaian lama, majalah, botol bekas, hingga barang rusak.
Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa membuat ruangan sulit digunakan sesuai fungsinya.
Tidak sedikit orang menganggap hoarding hanya sekadar kebiasaan berantakan biasa. Padahal, kondisi ini dapat berdampak besar terhadap kesehatan mental maupun kualitas hidup seseorang.
Orang yang mengalami hoarding biasanya memiliki keterikatan emosional terhadap barang-barang yang mereka simpan.
Mereka merasa cemas, takut menyesal, atau bahkan stres ketika harus membuang sesuatu.
Penyebab hoarding sendiri cukup beragam. Beberapa orang mengalami kondisi ini akibat pengalaman traumatis, rasa kehilangan, kesepian, kecemasan, atau gangguan mental tertentu.
kebiasaan hoarding juga bisa disebabkan dari kebiasaan kecil seperti menyimpan kardus, kaleng bekas, botol dan semacamnya. Pikiran seperti “Simpan dulu, siapa tau nanti dipakai” jika diteruskan juga dapat berkembang menjadi hoarding
Ada juga yang mulai menumpuk barang karena takut kekurangan di masa depan. kebiasaan kecil yang terus dilakukan tanpa kontrol lama-kelamaan bisa berkembang menjadi masalah serius.
Selain membuat rumah terlihat sempit dan berantakan, hoarding juga dapat memicu berbagai risiko.
Tumpukan barang bisa menjadi sarang debu, jamur, hingga hama seperti tikus atau kecoa. Dalam kondisi ekstrem, hoarding bahkan meningkatkan risiko kebakaran karena banyaknya benda yang mudah terbakar menumpuk di dalam rumah.
Aktivitas sehari-hari pun menjadi terganggu karena sulit bergerak atau mencari barang penting.
Mengatasi hoarding bukan perkara mudah, terutama jika kondisinya sudah berlangsung lama.
Langkah pertama yang penting adalah menyadari bahwa kebiasaan tersebut mulai mengganggu kehidupan. Membersihkan barang sedikit demi sedikit bisa menjadi awal yang baik dibanding memaksa langsung membuang semuanya sekaligus.
Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar juga sangat membantu agar prosesnya tidak terasa terlalu berat.
Dalam beberapa kasus, hoarding memerlukan bantuan profesional seperti psikolog atau konselor untuk membantu memahami akar masalah dan mengelola kecemasan yang muncul.
Dengan penanganan yang tepat, kebiasaan menumpuk barang secara berlebihan dapat perlahan dikendalikan sehingga rumah kembali nyaman dan pikiran menjadi lebih tenang. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: