Perhatikan Bearing Motor Anda Jika Terdapat Beberapa Gejala Berikut
Ilustrasi Bearing Motor-Image: Amazon-Pinterest
RADARTVNEWS.COM - Bearing atau klaher roda merupakan salah satu komponen penting pada motor yang sering luput dari perhatian. Padahal, komponen kecil ini punya peran besar dalam menjaga putaran roda tetap stabil dan halus saat motor digunakan.
Ketika Bearing ban mulai rusak, kenyamanan berkendara bisa menurun drastis, bahkan dapat membahayakan keselamatan jika dibiarkan terlalu lama. Karena itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri Bearing motor yang mulai mengalami kerusakan.
Salah satu tanda paling umum adalah munculnya suara dengung atau gemuruh dari area roda. Suara ini biasanya terdengar semakin jelas saat motor melaju pada kecepatan tertentu.
Banyak pengendara mengira suara tersebut berasal dari ban atau rem, padahal bisa jadi sumber utamanya berasal dari Bearing yang mulai aus. Semakin parah kerusakannya, suara kasar tersebut biasanya akan semakin keras.
Selain suara, gejala lain yang sering muncul adalah roda terasa tidak stabil atau oblak.
Saat Bearing mulai longgar, roda tidak lagi berputar dengan presisi sehingga motor terasa goyang, terutama ketika digunakan pada kecepatan tinggi atau saat menikung. Kondisi ini dapat membuat handling motor terasa aneh dan kurang nyaman dikendalikan.
Getaran berlebih juga bisa menjadi tanda Bearing roda mulai rusak. Getaran biasanya terasa pada setang, footstep, atau bahkan seluruh bodi motor ketika melaju.
Jika getaran muncul padahal kondisi ban dan velg masih normal, ada kemungkinan Bearing roda sudah mulai aus dan perlu dicek lebih lanjut.
Ciri berikutnya adalah roda terasa seret ketika diputar. Dalam kondisi normal, roda motor seharusnya dapat berputar dengan halus dan ringan.
Namun jika Bearing mulai rusak, putaran roda bisa terasa berat, kasar, atau tersendat-sendat. Hal ini terjadi karena bagian dalam Bearing sudah aus atau pelumasnya habis sehingga gesekan menjadi lebih besar.
Kerusakan Bearing juga terkadang ditandai dengan munculnya panas berlebih di area roda.
Gesekan yang tidak normal akibat Bearing aus membuat suhu di sekitar as roda meningkat. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mempercepat kerusakan komponen lain seperti as roda hingga dudukan Bearing.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan Bearing motor cepat rusak. Salah satunya adalah sering menerjang jalan berlubang atau menghantam trotoar dengan keras.
Selain itu, motor yang sering terkena banjir atau air juga dapat membuat pelumas Bearing rusak dan memicu karat di bagian dalamnya.
Penggunaan Bearing berkualitas rendah juga menjadi penyebab umum umur pakainya lebih pendek.
Untuk memastikan kondisi Bearing, pengendara bisa melakukan pengecekan sederhana dengan cara menggoyangkan roda ke kanan dan kiri saat motor dalam posisi standar tengah.
Jika terasa longgar atau muncul bunyi kasar saat roda diputar, sebaiknya Bearing segera diganti. Mengabaikan kerusakan Bearing dapat menyebabkan roda macet mendadak atau bahkan lepas dari jalurnya saat berkendara.
Melakukan servis rutin dan menggunakan Bearing berkualitas menjadi langkah penting agar komponen ini tetap awet.
Dengan mengenali gejala kerusakan sejak awal, pengendara bisa mencegah kerusakan yang lebih parah sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan saat menggunakan motor sehari-hari. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: