Kuping Sering Berdenging karena Earphone? Anak Muda Perlu Waspada Gangguan Pendengaran!

Kuping Sering Berdenging karena Earphone? Anak Muda Perlu Waspada Gangguan Pendengaran!

Ilustrasi Penggunaan Earphone--Pinterest

RADARTVNEWS.COM - Earphone, headset, dan TWS (True Wireless Stereo) kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda. Banyak orang menggunakannya saat belajar, bekerja, olahraga, naik transportasi umum, hingga menjelang tidur.

Praktis dan nyaman, perangkat audio ini memang membuat aktivitas terasa lebih seru. Namun di balik kebiasaan tersebut, ada ancaman kesehatan yang mulai banyak terjadi pada generasi muda, yaitu gangguan pendengaran.

Salah satu tanda awal yang sering muncul adalah telinga berdenging atau tinnitus setelah memakai earphone terlalu lama. Kondisi ini biasanya dianggap sepele karena suara denging bisa hilang dengan sendirinya.

Padahal, tinnitus dapat menjadi sinyal bahwa telinga mengalami tekanan akibat paparan suara keras dalam waktu panjang.

Anak muda menjadi kelompok yang cukup rentan karena aktivitas sehari-hari mereka sangat dekat dengan perangkat audio. Banyak yang mendengarkan musik saat gym, bermain game menggunakan headset selama berjam-jam, hingga menonton video sebelum tidur tanpa melepas earphone.

Tidak sedikit juga yang menaikkan volume terlalu tinggi agar suara tetap terdengar jelas di tempat ramai.

BACA JUGA: Terlalu Rajin Membersihkan Telinga, Justru Bisa Membahayakan Pendengaran

Paparan suara keras secara terus-menerus dapat merusak sel rambut halus di dalam koklea atau bagian telinga dalam.

Sel ini memiliki fungsi penting untuk menangkap gelombang suara dan mengirimkannya ke otak. Jika rusak, kemampuan pendengaran bisa menurun secara permanen dan tidak dapat dipulihkan.

Gangguan pendengaran akibat suara bising atau Noise-Induced Hearing Loss (NIHL) sering terjadi perlahan sehingga sulit disadari. Beberapa gejalanya antara lain sulit mendengar suara pelan, kesulitan memahami percakapan di tempat ramai, hingga tidak jelas mendengar huruf konsonan tertentu seperti “S” atau “F”.

Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat memengaruhi kemampuan belajar karena seseorang kesulitan memahami instruksi dan percakapan.

Dampaknya bukan hanya fisik, tetapi juga sosial dan emosional. Remaja yang mengalami gangguan pendengaran bisa merasa minder, sulit berkomunikasi, hingga menarik diri dari lingkungan pertemanan. Bahkan, sebagian dapat mengalami perundungan karena dianggap tidak responsif saat diajak berbicara.

Selain risiko gangguan pendengaran, penggunaan earphone terlalu lama juga dapat memicu infeksi telinga. Area telinga yang tertutup dalam waktu lama menjadi lebih lembap dan mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Risiko ini meningkat jika earphone jarang dibersihkan atau dipakai bergantian dengan orang lain.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: