Kenapa Healing ke Alam Jadi Tren?

Kenapa Healing ke Alam Jadi Tren?

Meadows Mountains, Italy-Foto: didona balazs-Pinterest

RADARTVNEWS.COM - Beberapa tahun terakhir, istilah healing ke alam makin sering terdengar. Dari yang awalnya sekadar liburan biasa, sekarang banyak orang sengaja pergi ke pantai, gunung, atau hutan dengan tujuan utama yaitu menenangkan pikiran. Fenomena ini bukan tanpa alasan, ada perubahan cara orang memandang istirahat dan kesehatan mental.

Di tengah kehidupan yang makin padat dan serba cepat, banyak orang merasa lelah secara mental. Notifikasi nggak berhenti, pekerjaan numpuk, ditambah tekanan sosial media yang kadang bikin capek sendiri. Akhirnya, muncul kebutuhan untuk benar-benar menjauh sejenak dari semua itu. Alam jadi pilihan karena menawarkan sesuatu yang nggak bisa didapat dari layar, yaitu ketenangan yang real.

Secara ilmiah, hal ini juga ada penjelasannya. Dalam konsep Biophilia Hypothesis, manusia secara alami punya kecenderungan untuk terhubung dengan alam. Jadi ketika kita berada di lingkungan hijau, dekat air, atau udara segar, tubuh dan pikiran memang cenderung lebih rileks. Nggak heran kalau setelah dari pantai atau gunung, rasanya kayak di-reset.

Selain itu, healing ke alam sering dikaitkan dengan praktik seperti Forest Bathing yang berasal dari Jepang. Nah, hal ini bukan sekadar jalan-jalan di hutan, tapi benar-benar menikmati suasana seperti mendengar suara daun, mencium aroma tanah, dan merasakan udara segar. Aktivitas sederhana ini terbukti bisa menurunkan stres dan meningkatkan mood.

Media sosial juga punya peran besar dalam mempopulerkan tren ini. Foto-foto estetik di pantai, sunrise di gunung, atau kabin di tengah hutan sering muncul di feed. Tanpa sadar, itu membentuk persepsi bahwa healing sama dengan ke alam. Tapi di sisi lain, ini juga bikin orang jadi lebih sadar pentingnya istirahat yang berkualitas, bukan cuma rebahan sambil scroll HP.

Menariknya, healing ke alam juga jadi bentuk pelarian dari rutinitas digital. Banyak orang sekarang sengaja cari tempat yang sinyalnya minim. Karena kadang, yang dibutuhkan bukan hiburan baru, tapi justru jeda dari semuanya.

Tapi perlu diingat, healing nggak harus selalu jauh atau mahal. Nggak semua orang harus naik gunung atau ke pantai. Bahkan duduk di taman, jalan sore, atau sekadar menikmati udara pagi juga bisa jadi bentuk healing sederhana. Intinya bukan lokasinya, tapi momen untuk memberi ruang ke diri sendiri.

Pada akhirnya, tren healing ke alam ini menunjukkan satu hal, orang mulai sadar bahwa kesehatan mental itu penting. Dan kadang, cara paling efektif untuk merawat diri bukan sesuatu yang rumit yaitu cukup kembali ke hal paling dasar, yaitu alam. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: