Jadi Sarang Telur Cacing! Ini Bahaya Sering Menggigiti Kuku
ilustrasi gigit kuku-pinterest-
RADARTVNEWS.COM – Tanpa disadari, banyak warga Lampung yang memiliki kebiasaan menggigiti kuku saat sedang gugup, bosan, atau sedang melamun. Meskipun dianggap sebagai kebiasaan kecil yang tidak berbahaya, dunia medis memperingatkan bahwa ujung kuku adalah bagian tubuh yang paling banyak menampung kuman, bakteri E. coli, hingga telur cacing yang tidak hilang meski sudah cuci tangan. Memasukkan kuku ke dalam mulut secara berulang sama saja dengan memindahkan jutaan mikroorganisme jahat langsung ke dalam sistem pencernaan Anda.
Berikut adalah beberapa dampak kesehatan serius yang perlu Sobat Radar waspadai terkait kebiasaan menggigiti kuku:
Dampak yang paling nyata adalah risiko Infeksi Saluran Pencernaan dan Keracunan Bakteri. Di bawah kuku manusia terdapat ruang gelap dan lembap yang menjadi tempat persembunyian sempurna bagi bakteri Salmonella dan E. coli. Bagi warga Lampung yang hobi menggigiti kuku, bakteri ini akan masuk ke perut dan memicu diare kronis, mual hebat, hingga infeksi usus. Selain itu, telur cacing yang tidak kasat mata sering kali ikut tertelan dan berkembang biak di dalam tubuh Anda.
Kebiasaan ini juga menyebabkan Paronychia atau infeksi kulit di sekitar kuku. Saat Anda menggigit kuku hingga terlalu pendek, kulit di sekitarnya sering kali ikut robek dan menciptakan luka terbuka. Bakteri akan masuk ke luka tersebut dan menyebabkan peradangan, pembengkakan bernanah, hingga rasa nyeri yang berdenyut. Sobat Radar mungkin akan mendapati ujung jari memerah dan membengkak yang memerlukan penanganan antibiotik jika infeksinya sudah menyebar.
Dari sisi kesehatan mulut, menggigiti kuku dapat menyebabkan Kerusakan Enamel Gigi dan Maloklusi. Tekanan keras secara terus-menerus saat gigi berbenturan dengan kuku yang keras dapat membuat gigi depan menjadi retak, terkikis, atau bergeser dari posisi aslinya. Warga Lampung yang memiliki kebiasaan ini sejak kecil cenderung memiliki struktur gigi yang tidak rapi dan berisiko mengalami peradangan gusi (gingivitis) karena kuman dari kuku yang berpindah ke area mulut.
Risiko lainnya adalah Kutil atau Verruca di sekitar jari tangan dan mulut. Jika Sobat Radar memiliki virus kutil di bagian tubuh lain, menggigiti kuku dapat memicu penularan virus tersebut ke area mulut. Virus Human Papillomavirus (HPV) dapat berpindah melalui air liur dan menyebabkan benjolan kecil yang kasar di bibir atau sekitar kuku. Selain merusak penampilan, kutil ini sangat mudah menular dan sulit disembuhkan jika sudah menyebar ke area sensitif.
Sebagai solusi untuk menghentikan kebiasaan ini, Sobat Radar sangat disarankan untuk menjaga kuku tetap pendek agar tidak ada bagian yang bisa digigit. Anda juga bisa mencoba mengoleskan cairan yang berasa pahit (khusus kuku) atau menggunakan pelindung jari. Jika kebiasaan ini muncul karena stres, cobalah mengalihkan kegelisahan dengan bermain stress ball atau mengunyah permen karet bebas gula. Dengan berhenti menggigiti kuku, warga Lampung tidak hanya akan memiliki tangan yang cantik, tetapi juga terlindungi dari berbagai infeksi penyakit berbahaya. (*)
BACA JUGA:BAHAYA NAIL ART! Bahaya Nail Art Bagi Kesehatan Kuku
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: