24 Jam Menari oleh ISI Surakarta, Cara Unik Rayakan Hari Tari Dunia 2026
Ilustrasi Penari --Pinterest
RADARTVNEWS.COM - Perayaan Hari Tari Dunia 2026 di Indonesia tahun ini hadir dengan cara yang tak biasa. Institut Seni Indonesia Surakarta kembali menggelar pertunjukan “24 Jam Menari”, sebuah festival tari nonstop yang berlangsung selama satu hari penuh.
Kegiatan ini digelar pada 29 April 2026 di lingkungan kampus ISI Surakarta, Jawa Tengah. Tahun ini menjadi momen istimewa karena menandai 20 tahun penyelenggaraan acara yang telah berkembang menjadi salah satu ikon perayaan tari berskala nasional hingga internasional.
Dalam perhelatan ini, ratusan penari dari berbagai daerah hingga luar negeri turut ambil bagian. Tercatat lebih dari 100 kelompok seni terlibat, menghadirkan beragam pertunjukan yang merepresentasikan kekayaan budaya sekaligus perkembangan tari modern.
BACA JUGA: Fenomena Murmuration: Tarian Awan Burung yang Menakjubkan dan Mengungkap Rahasia Komunikasi Alam
Tak hanya itu, sembilan penari juga tampil menari tanpa henti selama 24 jam. Aksi ini menjadi salah satu daya tarik utama sekaligus simbol dedikasi para seniman terhadap dunia tari.
Ketua panitia menyebutkan, acara ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga ruang pertemuan bagi penari, koreografer, akademisi, dan masyarakat. Melalui festival ini, mereka dapat saling bertukar gagasan, pengalaman, dan perspektif tentang perkembangan seni tari.
Mengangkat tema “Tanpa Batas: Menembus Medan Budaya”, acara ini menggambarkan bagaimana tari mampu menembus perbedaan geografis, budaya, dan identitas. Setiap penampilan menjadi bentuk komunikasi lintas budaya yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
BACA JUGA: Sumbu Filosofi Yogyakarta Resmi Jadi Warisan Dunia UNESCO, Sarat Makna Budaya dan Filosofi
Rangkaian acara juga mencakup festival pertunjukan selama 24 jam, pertunjukan dari keraton, hingga forum diskusi antar perguruan tinggi seni. Selain itu, terdapat pula bazar industri kreatif yang melibatkan pelaku seni dan komunitas.
Menariknya, acara ini turut menghadirkan kurator seni internasional seperti Matthew Isaac Cohen untuk menjaga kualitas artistik pertunjukan. Kehadiran kolaborasi lintas negara ini memperkuat posisi acara sebagai ruang dialog budaya global.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga wadah interaksi antar pelaku seni dari berbagai latar belakang. Melalui rangkaian pertunjukan yang berlangsung selama 24 jam, acara ini menunjukkan bahwa seni tari tetap berkembang dan relevan di tengah perubahan zaman. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: