Mengapa Perawasi Rutin Sistem Pendingin Mesin Lebih Penting dari Ganti Oli?

Mengapa Perawasi Rutin Sistem Pendingin Mesin Lebih Penting dari Ganti Oli?

Ilustrasi Pergantian Coolant Radiator-Actualidad Motor-Pinterest

Mengapa Perawatan Sistem Pendingin Mesin Lebih Penting dari Ganti Oli?

RADARTVNEWS.COM - Sebagian besar pemilik mobil sangat disiplin mengganti oli setiap 5.000 km. Namun, ironisnya, mereka sering lupa pada satu komponen yang tak kalah vital: sistem pendingin mesin. Padahal, mesin yang overheat akibat radiator bermasalah bisa menyebabkan kerusakan permanen seperti blok mesin retak atau silinder head bengkok, yang biaya perbaikannya bisa puluhan juta rupiah.

Peran Kunci Radiator dan Coolant

Sistem pendingin terdiri dari radiator, kipas, thermostat, dan cairan coolant bertugas menjaga suhu mesin tetap ideal (sekitar 85–95°C). Tanpa pendinginan optimal, gesekan komponen internal akan meningkat drastis. Oli mesin pun akan teroksidasi lebih cepat karena panas berlebih. Dengan kata lain, sistem pendingin yang buruk secara langsung memperpendek umur oli sekaligus umur mesin.

Kesalahan Fatal Pemilik Mobil

1. Mengisi radiator dengan air keran

Air keran mengandung mineral (kapur) yang lama-kelamaan membentuk kerak di saluran radiator. Kerak ini menyumbat aliran coolant dan mengurangi kemampuan pendinginan. Gunakan coolant siap pakai atau air demineral.

2. Mengabaian kebocoran kecil

Tetesan coolant di bawah mobil adalah alarm bahaya. Kebocoran sekecil apapun akan mengurangi tekanan sistem, menyebabkan titik didih coolant turun, dan akhirnya overheat di jalan raya.

3. Tidak pernah mengganti coolant

Coolant memiliki masa pakai 2 tahun atau 40.000 km. Setelah itu, zat anti-karat dan anti-busanya habis, radiator rawan berkarat dan tersumbat.

Tanda-tanda Sistem Pendingin Bermasalah

- Suhu mesin naik-turun tidak stabil (jarum indikator bergerak liar)

- Kipas radiator menyala terus atau tidak mau menyala

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: