Dari Verbal sampai Digital, Ini Bentuk Pelecehan Seksual yang Sering Tidak Disadari

Dari Verbal sampai Digital, Ini Bentuk Pelecehan Seksual yang Sering Tidak Disadari

Ilustrasi Seksual Harrasment-Pinterest-

RADARTVNEWS.COM - Pembahasan soal pelecehan seksual kembali jadi perhatian, terutama setelah muncul sejumlah kasus yang melibatkan lingkungan kampus. Mulai dari dugaan tindakan tidak pantas hingga perilaku yang dianggap melecehkan, semua ini menunjukkan bahwa pemahaman soal pelecehan seksual masih belum merata.

 

Banyak orang masih mengira pelecehan seksual hanya terjadi saat ada kontak fisik. Padahal, bentuknya jauh lebih luas. Pelecehan bisa muncul lewat kata-kata, gestur, bahkan tindakan di ruang digital yang sering dianggap sepele.

 

Padahal, di balik hal-hal yang sering dianggap “biasa”, ada banyak orang yang sebenarnya merasa tidak nyaman, tapi memilih diam. Dalam banyak kasus, perempuan menjadi pihak yang paling sering mengalami hal ini, baik di ruang publik maupun di lingkungan yang seharusnya aman seperti kampus.

 

Ucapan yang merendahkan, tatapan yang tidak pantas, sampai candaan bernuansa seksual sering kali diterima sebagai hal yang harus “dimaklumi”. Tidak sedikit yang akhirnya memilih menahan diri karena khawatir dianggap berlebihan atau justru disalahkan.

 

Secara umum, ada beberapa bentuk pelecehan seksual yang perlu dipahami.

1.Verbal

Ucapan bernuansa seksual seperti catcalling, komentar tentang tubuh, atau lelucon yang merendahkan termasuk dalam kategori ini. Hal seperti ini sering dianggap ringan, padahal dampaknya bisa langsung dirasakan oleh orang yang menerima.

2.Non-verbal (gestur)

Tanpa kata-kata pun, tindakan ini tetap bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman. Tatapan yang mengarah ke bagian tubuh tertentu, ekspresi, atau gerakan dengan makna seksual juga termasuk bentuk pelecehan.

3.Fisik

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: