Langkah Mudah Mengolah Sisa Dapur Jadi Pupuk Kompos yang Bikin Tanaman Subur
ilustrasi sampah dapur--
RADARTVNEWS.COM – Pernahkah Bunda menghitung berapa banyak sampah sisa dapur—seperti kulit buah, sisa sayuran, atau kulit telur—yang dibuang ke tempat sampah setiap harinya? Di Bandar Lampung, volume sampah rumah tangga terus meningkat setiap tahun. Seringkali, sampah organik ini menumpuk di TPA dan menghasilkan gas metana yang berbahaya bagi lingkungan. Padahal, jika kita sedikit kreatif, sampah organik ini adalah harta karun nutrisi bagi tanaman di rumah.
Mengolah sampah menjadi kompos tidak serumit yang dibayangkan. Anda tidak memerlukan lahan luas atau mesin canggih. Cukup dengan wadah sederhana dan ketelatenan, Anda sudah bisa berkontribusi mengurangi beban lingkungan sekaligus menghemat biaya untuk membeli pupuk kimia. Berikut adalah 5 langkah mudah memulai komposting di rumah:
1. Siapkan Wadah Pengomposan
Anda bisa menggunakan ember bekas cat atau wadah plastik yang sudah tidak terpakai.
Triknya: Pastikan wadah tersebut memiliki lubang-lubang kecil di sisi dan bawahnya sebagai sirkulasi udara (aerasi). Tanpa udara, proses pengomposan tidak akan berjalan dan justru akan menimbulkan bau busuk.
2. Pisahkan Sampah Organik
Tidak semua sampah dapur bisa dijadikan kompos.
Triknya: Fokuslah pada sampah hijau (sisa sayur, kulit buah, potongan rumput) yang kaya nitrogen, dan sampah cokelat (daun kering, kardus bekas, koran) yang kaya karbon. Hindari memasukkan sisa daging, produk susu, atau minyak goreng karena dapat mengundang hama dan menimbulkan bau tak sedap.
3. Gunakan Rumus 'Hijau' dan 'Cokelat'
Keberhasilan kompos bergantung pada keseimbangan antara sampah hijau dan sampah cokelat.
Triknya: Gunakan perbandingan 1:2 atau 1:3. Misalnya, satu bagian sisa sayuran harus ditutup dengan dua atau tiga bagian daun kering atau potongan kardus. Ini berfungsi untuk menjaga kelembapan dan mempercepat proses pelapukan oleh mikroba.
BACA JUGA:Masalah Sampah Plastik Belum Tuntas, Perlu Kepedulian Bersama untuk Menjaga Lingkungan
4. Berikan 'Starter' atau Aktivator
Agar proses pengomposan lebih cepat, Anda memerlukan mikroorganisme pengurai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: