Tidur cukup, tapi tetap lelah? Saatnya cek lagi pola tidur kamu.
ilustrasi Begadang-Pinterest-
RADARTVNEWS.COM - Pernahkah kamu mengalami rasa lelah meskipun sudah cukup tidur? Jika iya, kamu tidak sendirian. Keadaan ini semakin sering dialami, terutama di kalangan anak muda dan mahasiswa.
Tanpa disadari, banyak orang mulai memiliki kebiasaan tidur larut malam. Apakah itu karena tugas, menonton, bermain game, atau sekadar berselancar di media sosial yang awalnya “cuma sebentar” namun berakhir berjam-jam. Sementara itu, di pagi hari tetap harus bangun untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Di sinilah masalah muncul. Meskipun ada waktu tidur, kenyataannya tidak memberikan istirahat yang optimal bagi tubuh. Akibatnya, ketika bangun, kamu tetap merasa lelah.
Kondisi ini juga terlihat di berbagai tempat, termasuk Lampung. Gaya hidup yang semakin terhubung dengan teknologi mengubah pola tidur kita. Malam yang seharusnya untuk beristirahat malah sering dipakai untuk kegiatan lainnya.
BACA JUGA:Waspada Begadang! Bisa Bikin Otak Lemot dan Gampang Sakit
Dari perspektif kesehatan, ini berkaitan dengan ritme sirkadian, jam biologis yang menentukan kapan kita merasa kantuk dan kapan harus terjaga. Ketika jadwal tidur terus berubah-ubah, tubuh menjadi "bingung" dan kesulitan beradaptasi. Hasilnya, meskipun durasi tidur terlihat cukup, kualitasnya menurun.
Apalagi jika ditambah dengan stres, pikiran yang belum selesai, atau kebiasaan minum kopi di malam hari. Hal-hal kecil ini ternyata memiliki pengaruh yang cukup besar. Termasuk paparan cahaya dari layar ponsel yang dapat mengganggu rasa ngantuk.
Dampaknya tidak hanya pada rasa lelah. Seiring waktu, kondisi ini bisa menyebabkan penurunan konsentrasi, emosi yang lebih sensitif, dan bahkan mengganggu produktivitas. Dalam situasi tertentu, kurang tidur bisa meningkatkan risiko kecelakaan akibat kurang fokus.
Oleh karena itu, penting untuk mulai memperbaiki pola tidur, meskipun secara bertahap. Tidak perlu melakukan perubahan secara drastis. Kita bisa mulai dari langkah kecil, seperti berusaha tidur pada jam yang sama setiap malam atau mengurangi penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur.
BACA JUGA:Hati-Hati! Jika Kamu Terus Rutin Begadang, Ini 5 Penyakit yang Siap Menyambut Kamu
Beberapa orang juga merasa terbantu dengan melakukan aktivitas santai sebelum tidur, seperti membaca buku atau sekadar menenangkan pikiran. Intinya, perlu memberikan sinyal kepada tubuh bahwa sudah saatnya beristirahat.
Pada akhirnya, tidur bukan hanya soal berapa lama kita tidur. Cara kita mengelola waktu istirahat juga sangat berpengaruh. Jika pola tidur mulai teratur, biasanya tubuh akan merasa lebih segar saat bangun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: