Bahaya Minyak Jelantah: Mengapa 'Sayang Minyak' Bisa Berujung Penyakit Kronis?

Bahaya Minyak Jelantah: Mengapa 'Sayang Minyak' Bisa Berujung Penyakit Kronis?

ilustrasi minyak jelantah-pinterest-

RADARTVNEWS.COM – Menggoreng bakwan atau tempe menggunakan minyak yang sama hingga berkali-kali memang terlihat hemat. Namun, di balik penghematan rupiah tersebut, ada harga kesehatan yang harus dibayar mahal. Minyak yang sudah dipanaskan berulang kali akan mengalami oksidasi dan polimerisasi yang mengubah lemak baik menjadi senyawa berbahaya.

Apa saja dampak nyata bagi tubuh jika kita terus-menerus mengonsumsi gorengan dari minyak jelantah?

1. Pemicu Utama Kolesterol Tinggi (LDL)

Minyak jelantah kaya akan asam lemak trans. Lemak ini bekerja secara agresif menaikkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Jika dibiarkan, kolesterol jahat ini akan menempel pada dinding pembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan (aterosklerosis).

2. Beban Berat bagi Jantung

Penyumbatan pembuluh darah akibat konsumsi minyak jelantah secara rutin adalah penyebab utama penyakit jantung koroner dan stroke. Jantung harus bekerja dua kali lipat lebih keras untuk memompa darah melalui pembuluh yang sudah menyempit oleh plak lemak.

3. Sumber Radikal Bebas (Pemicu Kanker)

Proses pemanasan berulang merusak struktur kimia minyak dan menghasilkan senyawa akrolein dan akrilamida. Senyawa-senyawa ini bersifat karsinogenik (pemicu kanker). Paparan jangka panjang terhadap radikal bebas dalam minyak jelantah dapat merusak sel tubuh hingga memicu pertumbuhan sel kanker.

BACA JUGA:Manfaat Membuka Jendela Rumah di Pagi Hari untuk Kesehatan

4. Gangguan Pencernaan & 'Iritasi' Usus

Sobat Radar pernah merasa sakit perut, mual, atau diare setelah makan gorengan di pinggir jalan? Itu adalah tanda bahwa tubuh menolak sisa-sisa senyawa berbahaya dari minyak yang sudah rusak. Minyak jelantah seringkali menjadi penyebab utama gastritis (maag) yang tidak kunjung sembuh.

5. Penuaan Dini (Dampak Bagi Kulit)

Radikal bebas dari minyak jelantah menyerang sel-sel kulit. Inilah yang membuat kulit terlihat lebih kusam, kasar, dan cepat muncul kerutan dibandingkan mereka yang mengonsumsi minyak segar atau makanan yang dikukus/rebus.

Tips dari Sobat Radar: Cara 'Bijak' Menangani Minyak Goreng

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: