H+6 Lebaran 2026: Arus Balik Membludak, Lalu Lintas Tetap Terkendali di Jalur Arteri dan Tol
H+6 Lebaran 2026: Arus Balik Membludak-Gambar ilustrasi (dihasilkan oleh Ai)-Ai
RADARTVNEWS.COM - Memasuki hari keenam Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah atau H+6, Jumat (27/3/2026), gelombang arus balik pemudik menuju Jabodetabek dan wilayah barat lainnya masih terus berlangsung dengan volume yang signifikan.
Berdasarkan data dari PT Jasa Marga, tercatat sebanyak 171.651 kendaraan kembali masuk ke wilayah Jabodetabek melalui empat gerbang tol utama, mengalami peningkatan sebesar 18,58 persen dibandingkan volume lalu lintas normal.
Kenaikan tertinggi terjadi di Gerbang Tol (GT) Cikunir 6 arah Jakarta, yang melonjak hingga 195,8 persen dengan 18.520 kendaraan melintas. Sementara itu, GT Halim arah Jakarta mencatat 65.566 kendaraan, dan GT Ciawi 2 arah Jakarta mencatat 39.087 kendaraan. Data ini menunjukkan bahwa meskipun puncak arus balik utama telah terjadi pada H+4 (24 Maret 2026) dengan total 256.388 kendaraan, animo masyarakat untuk kembali ke kota pada akhir pekan ini masih sangat tinggi.
Menariknya, meskipun volume kendaraan tinggi, kondisi lalu lintas di berbagai titik dilaporkan ramai lancar. Kapolsek Kotabaru Iptu Suherlan menyampaikan bahwa di jalur arteri Simpang Jomin, Karawang, kendaraan dari arah Cirebon menuju Jakarta melaju dengan kecepatan stabil antara 50 hingga 60 km/jam.
Hal serupa juga dirasakan oleh para pemudik pengguna sepeda motor. Roni, seorang pemudik asal Banyumas yang menuju Jakarta, mengaku perjalanan kali ini terasa lebih lancar dan angka kecelakaan relatif minim dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kepolisian pun terus bersiaga mengingat potensi puncak arus balik gelombang kedua diprediksi akan terjadi pada akhir pekan ini, Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3). Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah mengungkapkan bahwa masih terdapat sekitar 200.000 kendaraan pemudik yang belum kembali ke wilayah Jabodetabek.
Untuk mengantisipasi kepadatan, rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan sistem satu arah (one way) masih diberlakukan secara situasional, sementara jalur alternatif seperti Tol Jakarta-Cikampek II Selatan juga dioptimalkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: