Sempat Viral Satu Dekade Lalu, Begini Kondisi Gajah Erin Sekarang!
Kondisi Gajah Erin Terkini-Rafidah Hanun Nabilah-
RADARTVNEWS.COM - Sudah satu dekade berlalu, sosok Erin, gajah betina yang sempat viral pada 2016, masih lekat dalam ingatan masyarakat. Kisah pilu Erin menjadi perhatian luas publik kala itu, bukan hanya karena kondisinya yang mengenaskan, tetapi juga sebagai potret nyata ancaman perburuan liar terhadap satwa dilindungi.
Erin ditemukan di perbatasan Rawa Arjo, RPTN Susukan Baru, Way Kambas, sepuluh tahun silam, tepatnya pada 23 Juni 2016. Saat itu kondisi Erin cukup memprihatinkan, ia ditemukan dengan kondisi tubuh yang kurus, mengalami malnutrisi, dehidrasi, bahkan belalainya terpotong.
Belalai Erin terpotong diduga terkena jerat pemburu di dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas. Erin kemudian dirawat secara intensif oleh tim dokter bersama dengan mahout di Pusat Latihan gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas. Luka di belalainya dibersihkan secara rutin untuk mencegah infeksi. Nutrisi khusus diberikan untuk memulihkan berat badannya. Proses pemulihan itu tidak instan. Butuh waktu berbulan-bulan hingga kondisinya benar-benar stabil.
Kini, kondisi Erin jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali ditemukan. Erin tumbuh menjadi gajah betina yang sangat aktif dan menggemaskan. Meski belalainya tidak dapat kembali utuh seperti sediakala, ia telah beradaptasi dengan caranya sendiri. Pakan Erin biasanya dipotong lebih kecil agar mudah dijangkau olehnya. Erin juga memanfaatkan bagian belalai yang tersisa dan bantuan kaki depannya untuk mendekatkan makanan ke mulut. Adaptasi ini menjadi bagian dari rutinitas hariannya di PLG Way Kambas.
Di area konservasi, Erin tampak aktif mengikuti jadwal harian seperti mandi, berjalan santai, dan berinteraksi dengan gajah lain. Para mahout menyebutnya sebagai gajah yang tenang dan tidak agresif. Trauma yang pernah dialaminya tidak membuatnya sulit dikendalikan. Justru, ia menunjukkan respon yang baik terhadap pendampingan yang dilakukan oleh para mahout.
Sebagai bagian dari spesies gajah Sumatra yang berstatus terancam punah, kisah Erin menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap satwa liar masih nyata dan berlangsung hingga kini. Jerat yang dipasang untuk hewan buruan kerap melukai satwa dilindungi sehingga meninggalkan penderitaan berkepanjangan. Di sisi lain, konflik antara manusia dan satwa liar yang dipicu oleh penyempitan habitat dan perambahan hutan juga belum sepenuhnya teratasi dan menempatkan satwa pada posisi yang semakin rentan.
Erin menjadi salah satu satwa yang terdampak langsung dari kondisi tersebut. Namun satu dekade setelah peristiwa yang hampir merenggut nyawanya, Erin tetap bertahan. Meski tidak lagi memiliki belalai yang utuh, perawatan intensif dan pengawasan berkelanjutan membuat Erin mampu menjalani hari-harinya dengan baik. Keberadaannya saat ini tidak hanya mencerminkan ketangguhan seekor gajah, tetapi juga dedikasi para dokter hewan, mahout, dan pengelola kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas yang terus berupaya menjaga kualitas hidupnya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: