Bukan Hitam Putih: Realita Spektrum Warna bagi Penderita Defisiensi Mata
ilustrasi -foto:pinterest-
RADARTVNEWS.COM-Banyak orang mengira buta warna berarti melihat dunia seperti film hitam-putih (monokrom). Padahal, buta warna yang sebenarnya jauh lebih kompleks dan jarang sekali yang benar-benar "buta" terhadap semua warna.
Buta warna (defisiensi penglihatan warna) adalah kondisi di mana sel kerucut (cones) di retina mata tidak berfungsi normal. Sel kerucut bertugas menangkap tiga warna dasar: merah, hijau, dan biru.
Jika salah satu sel ini rusak atau lemah, otak akan menerima sinyal warna yang tumpang tindih. Inilah mengapa penderita buta warna sering kesulitan membedakan antara merah dan hijau, atau biru dan kuning, namun tetap bisa melihat warna lainnya dengan sangat jelas.
Jenis-Jenis Buta Warna:
1. Anomalous Trichromacy (Paling Umum)
Ini bukan buta warna total, melainkan "lemah" warna.
• Deuteranomali: Sulit membedakan gradasi warna hijau (paling sering terjadi).
• Protanomali: Sulit membedakan gradasi warna merah.
BACA JUGA:Menggunakan Pakaian Berwarna Hitam di Bawah Sinar Matahari Terasa Lebih Panas? Ini Alasannya
2. Dichromacy (Cukup Berat)
Salah satu dari tiga sel kerucut hilang sepenuhnya. Penderita hanya bisa melihat dunia melalui kombinasi dua warna dasar saja.
3. Monochromacy (Achromatopsia)
Inilah buta warna "total" yang jarang terjadi (1 berbanding puluhan ribu). Penderita hanya melihat hitam, putih, dan abu-abu. Biasanya disertai sensitivitas cahaya yang sangat tinggi.
Fakta Unik: Mengapa Pria Lebih Sering Kena?
Buta warna adalah kondisi genetis yang terpaut pada kromosom X. Karena pria hanya punya satu kromosom X, jika kromosom tersebut membawa gen buta warna, mereka otomatis akan mengalaminya. Sementara wanita punya dua kromosom X, sehingga jika salah satu rusak, yang lainnya masih bisa menutupi (hanya menjadi pembawa/carrier).
BACA JUGA:Rahasia Warna Pakaian Mengubah Mood dan Penampilan Sehari-hari
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: