Menarik! Arab Saudi Berencana Buatkan Paspor Khusus Unta
Ilustrasi-Pinterest: saudivisa-
RADARTVNEWS.COM - Pemerintah Arab Saudi berencana menerbitkan paspor khusus untuk jutaan unta di negara tersebut, guna meningkatkan pengelolaan hewan yang memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi.
Dikutip dari laman Al Arabiya, Kementrian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian Arab Saudi menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan produktivitas, serta efisiensi sektor peternakan unta, sekaligus membangun basis data resmi dan andal sebagai rujukan nasional.
Menurut laporan stasiun penyiaran milik pemerintah, Al Ekhbariya, paspor tersebut akan membantu menertibkan aktivitas jual beli dan perdagangan unta, mengatur proses transportasi, memastikab dokumentasi resmi, melindungi hak pemilik, serta memudahkan pembuktian kepemilikan.
Pada tahun 2024, pemerintah Arab Saudi memperkirakan populasi unta di Kerajaan mencapai sekitar 2,2 juta ekor.
BACA JUGA:Seret Trump hingga Mantan Perdana Menteri Israel, Ini Tabir yang Terbuka dari Ribuan Dokumen Epstein
Sejak lama, unta memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Arab. Selain menjadi alat transportasi utama pada masa lalu, kepemilikan unta juga melambangkan status sosial dan mendorong berkembangnya industri pembiakan bernilai tinggi.
Kecurangan di Ajang Kontes Kecantikan Unta
Aarab Saudi rutin menggelar kontes kecantikan unta dalam festival tahunan yang menarik minat besar para penggemar. Dalam ajang tersebut, para peserta rela menghabiskan ratusan ribu dolar AS untuk hewan unggulan mereka.
Namun, ketatnya persaingan ini sempat memicu praktik kecurangan, termasuk penggunaan prosedur kosmetik ilegal untuk meningkatkan penampilan unta. Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas setempat memperketat pengawasan dan menjatuhkan sanksi berat terhadap pelanggaran tersebut.
Unta telah menjadi bagian tak terpisahkan dari peradaban Semenanjung Arab selama ribuan tahun.
Penelitian yang dipublikasikan pada 2021 bahkan menyebutkan bahwa pahatan batu berukuran asli berbentuk unta dan kuda di Arab Saudi diperkirakan berusia sekitar 7.000 tahun, menegaskan peran historis hewan ini dalam kehidupan masyarakat setempat. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
