BANNER HEADER DISWAY HD

Penyakit GERD Dapat Mengganggu Kesehatan Jika Tidak Ditangani dengan Baik

Penyakit GERD Dapat Mengganggu Kesehatan Jika Tidak Ditangani dengan Baik

ilustrasi-foto: pinterest-

RADARTVNEWS.COM - Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan pencernaan yang terjadi akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi ini sering dianggap sepele karena gejalanya mirip dengan maag biasa. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, GERD dapat menimbulkan berbagai dampak serius bagi kesehatan dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Salah satu gejala GERD yang paling umum adalah rasa panas atau perih di dada yang dikenal sebagai heartburn. Selain itu, penderita juga kerap mengalami rasa asam atau pahit di mulut, nyeri ulu hati, mual, hingga sensasi mengganjal di tenggorokan. Gejala tersebut dapat muncul secara berulang, terutama setelah makan atau saat berbaring, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan waktu istirahat.

Bahaya GERD tidak hanya terbatas pada rasa tidak nyaman. Asam lambung yang terus-menerus naik ke kerongkongan dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada dinding kerongkongan. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menimbulkan luka pada kerongkongan yang dapat menyebabkan nyeri saat menelan dan perdarahan. Jika tidak ditangani, peradangan tersebut dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.

GERD juga dapat berdampak pada sistem pernapasan. Asam lambung yang naik berpotensi masuk ke saluran napas dan memicu batuk kronis, suara serak, hingga gangguan pernapasan. Pada beberapa kasus, GERD dikaitkan dengan memburuknya gejala asma dan meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan, terutama jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama.

BACA JUGA:Menjaga Tubuh Agar Terhindar dari Asam Lambung Kambuh

Selain itu, GERD yang tidak terkontrol dapat memengaruhi pola tidur. Gejala yang muncul saat malam hari sering menyebabkan penderita terbangun dari tidur akibat rasa nyeri atau tidak nyaman di dada. Gangguan tidur yang berkepanjangan dapat menurunkan daya tahan tubuh, memengaruhi konsentrasi, serta berdampak pada kesehatan mental dan produktivitas sehari-hari.

Faktor gaya hidup menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus GERD. Pola makan tidak teratur, konsumsi makanan pedas dan berlemak secara berlebihan, kebiasaan langsung berbaring setelah makan, serta stres berlebih diketahui dapat memicu naiknya asam lambung. Selain itu, kebiasaan merokok dan konsumsi minuman berkafein juga dapat memperparah kondisi GERD.

Pencegahan dan penanganan GERD perlu dilakukan sejak dini. Mengatur pola makan, menjaga berat badan ideal, menghindari makanan pemicu asam lambung, serta menerapkan gaya hidup sehat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kambuhnya GERD. Dengan kesadaran dan penanganan yang tepat, dampak buruk GERD terhadap kesehatan dapat diminimalkan.

Peningkatan pemahaman masyarakat mengenai bahaya GERD diharapkan dapat mendorong langkah pencegahan yang lebih baik. Dengan demikian, penyakit ini tidak lagi dianggap ringan, melainkan sebagai kondisi kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius demi menjaga kualitas hidup yang lebih baik.

BACA JUGA:Anak Muda Rentan GERD, Pola Hidup Tak Sehat Jadi Pemicu Utama

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: