Fenomena Childfree: Pilihan Hidup Baru Generasi Muda Indonesia
ilustrasi-FOTO : ist-
RADARTVNEWS.COM - Meskipun jumlah childfree di Indonesia masih relatif kecil dibandingkan dengan beberapa negara lain, fenomena childfree, yaitu keputusan individu atau pasangan untuk hidup tanpa anak, semakin menjadi pilihan hidup alternatif bagi generasi muda Indonesia. Karena perkembangan pemikiran dan kebutuhan hidup modern, tren ini mulai mencuri perhatian.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sekitar 8,2 persen atau sekitar 71 ribu perempuan berusia 15-49 tahun di Indonesia memilih untuk hidup tanpa anak. Mayoritas mereka berada di kawasan Pulau Jawa, termasuk Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Tren ini menunjukkan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya, dengan sebagian perempuan memilih childfree karena berbagai pertimbangan pribadi dan sosial.
Deputi Pengendalian Kependudukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN), Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, menjelaskan bahwa fenomena childfree di Indonesia saat ini masih tergolong kecil, di bawah 0,01 persen secara resmi, namun tetap menjadi perhatian penting agar tren ini tidak berdampak negatif pada tingkat kesuburan nasional. Menurutnya, banyak pasangan yang memilih childfree bukan karena tidak ingin memiliki anak, tetapi lebih karena alasan ekonomi dan ketidakpastian sosial, termasuk biaya hidup yang tinggi, ketidakstabilan pekerjaan, dan kekhawatiran kondisi dunia.
Selain itu, faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi keputusan untuk tidak memiliki anak termasuk trauma masa lalu, seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yang membuat beberapa orang takut melanjutkan keadaan ini ke generasi berikutnya. Selain itu, alasan yang semakin diperhitungkan oleh generasi muda adalah kepedulian terhadap lingkungan, fokus pada karier, dan kebebasan hidup.
BACA JUGA:Mental Tangguh Bukan Sekadar Keras Kepala, Ini Rahasia Anak Muda Bertahan Saat Dunia Terus Menekan
Walaupun angka kelahiran nasional Indonesia saat ini masih berada pada tingkat yang ideal dengan total fertility rate (TFR) sebesar sekitar 2,11 anak per wanita, pemerintah dan berbagai lembaga terus memantau tren childfree agar dampaknya pada struktur demografis negara tetap terkendali. Keberadaan media sosial juga menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran gaya hidup childfree di kawasan perkotaan, sehingga diperlukan pendekatan keseimbangan agar fenomena ini dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat luas.
Gen Z dan milenial Indonesia mengalami perubahan sosial yang signifikan sebagai hasil dari fenomena childfree. Pilihan hidup tanpa anak ini menjadi subjek diskusi yang terbuka dan menunjukkan bagaimana generasi muda mulai mengubah definisi keluarga, kebahagiaan, dan kebebasan sesuai dengan kondisi sosial dan ekonomi modern.
Dengan lebih banyak pembicaraan dan pemahaman, fenomena tidak memiliki anak sekarang bukan sekadar gaya hidup tetapi juga gambaran dari kompleksitas pilihan manusia yang dipengaruhi oleh kemajuan zaman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
