BANNER HEADER DISWAY HD

Menjemput Masa Depan Sehat: Refleksi SDGs 3 di Tengah Tantangan

Menjemput Masa Depan Sehat: Refleksi SDGs 3 di Tengah Tantangan

--Freepik

BANDAR LAMPUNG, RADARTVNEWS.COM - Kesehatan adalah hak dasar setiap manusia, namun di Indonesia, hak ini belum sepenuhnya merata. Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3 yang berbunyi "Ensure healthy lives and promote well-being for all at all ages” menjadi pengingat global bahwa pembangunan manusia harus dimulai dari tubuh dan jiwa yang sehat.

Di tengah capaian dan kemajuan sistem kesehatan nasional, refleksi terhadap SDGs 3 justru makin penting. Terutama ketika masih banyak tantangan yang membentang dari kota besar hingga pelosok daerah seperti di Lampung.

 

Kementerian Kesehatan RI dalam laporan Profil Kesehatan Indonesia 2023 mencatat sejumlah kemajuan, angka kematian ibu turun menjadi 177 per 100.000 kelahiran hidup, dan prevalensi stunting anak balita menurun dari 24,4% (2021) menjadi 21,6% (2023). Namun, capaian ini masih jauh dari target SDGs 3, yang antara lain menargetkan penurunan angka kematian ibu menjadi di bawah 70 per 100.000 kelahiran dan stunting di bawah 14% pada tahun 2030.

 

Di provinsi Lampung, tantangan kesehatan terlihat lebih nyata. Meski angka stunting turun dari 18,5% (2022) menjadi 15,5% (2023) menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, masih banyak kabupaten yang belum mencapai target nasional (<14%). Terutama Lampung Timur dan Pesisir Barat, yang mencatat angka stunting lebih tinggi dibanding kota seperti Bandar Lampung.

 

Selain itu, rasio dokter per 100.000 penduduk di Lampung masih berada di bawah rata-rata nasional. Menurut data IDI Lampung pada tahun 2024, hanya ada sekitar 27 dokter umum per 100.000 penduduk, sementara WHO merekomendasikan minimal 100 dokter per 100.000 penduduk atau setara 1 dokter per 1.000 penduduk.

 

Untuk menjemput masa depan sehat, semua pihak perlu bergerak bersama. Pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat program promotif dan preventif, bukan hanya kuratif. Kampanye seperti Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) perlu diperluas jangkauannya ke desa-desa.

 

Di sisi lain, teknologi bisa menjadi jembatan penghubung. Lampung-In, platform layanan publik digital terpadu Provinsi Lampung yang mengintegrasikan pengaduan, antrean fasilitas kesehatan, layanan ambulans, dan aplikasi Lampung Sehat bisa membantu menjangkau masyarakat yang sebelumnya sulit dilayani.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait