Aroma Kuat dan Khas Jolang Jaling: Pelengkap Sempurna Kuliner Seruit Lampung
Jolang Jaling dengan Kulitnya-Wikipedia-idm.wikipedia.org
BANDAR LAMPUNG, RADARLAMPUNGTV.COM - Lalapan menjadi menu pelengkap wajib bagi sebagian besar masyarakat indonesia. Banyak sekali jenis lalapan yang sering disantap, namun ada salah satu jenis lalapan yang tidak banyak dikenali oleh masyarakat luas. Salah satu jenis lalapan yang memiliki rasa dan aroma yang khas namun namanya kurang dikenal yaitu Jolang Jaling.
Jolang Jaling (juga dikenal sebaga Kabau atau Kabau Jaring) adalah salah satu jenis lalapan khas Lampung yang populer dan unik. Julang Jaling merupakan buah atau biji dari tanaman yang sejenis dengan petai dan jengkol, sehingga memiliki beberapa kesamaan yaitu memiliki aroma khas dan rasa yang agak pahit dan sedikit pahit-manis. Buah ini biasanya dimakan mentah sebagai lalapan pendamping hidangan seperti seruit dan sambal terasi (atau sambel dilan).
Jolang Jaling banyak ditemukan di daerah Lampung dan menjadi bagian penting dalam kuliner tradisional setempat. Selain disantap mentah, Jolang jaling juga bisa diolah menjadi sambal atau dicampur dalam hidangan lain. Karena teksturnya yang renyah dan rasanya yang khas, julang jaling memberikan sensasi berbeda saat disantap bersama sambal seruit dan lalapan lain seperti daun mangga muda, terong kecil, dan petai.
BACA JUGA:Mengenal Gulai Kulak Kukut: Makanan Enak Khas Lampung yang Masih Jarang Dikenali
Tanaman Jolang jaling tumbuh di daerah tropis dan sering dijumpai di kebun atau hutan sekitar Lampung. Buahnya berbentuk lonjong dan berwarna hijau saat muda, kemudian berubah menjadi coklat saat matang. Jolang jaling kini mulai dikenal lebih luas dengan adanya konten kuliner dan menjadi favorit bagi pecinta makanan tradisional Lampung yang ingin mencoba sensasi rasa lalapan yang berbeda dari biasanya.
Rasa dan tekstur dari Jolang Jaling memberikan pengalaman makan yang unik dan khas. Jolang Jaling memiliki rasa yang mirip dengan jengkol muda, namun memiliki aroma yang lebih kuat, bahkan lebih tajam daripada petai atau jengkol. Hal inilah yang bisa menambah sensasi unik yang khas saat disantap sehingga membuat pengalaman makan menjadi lebih berkesan dan autentik bagi pecinta kuliner tradisional Lampung.
Dari segi tekstur, Jolang Jaling terasa agak renyah dan padat saat digigit, teksturnya mirip dengan biji kopi atau kacang yang keras. Tekstur ini memberikan kontras menarik ketika dipadukan dengan sambal pedas dan lalapan segar lainnya, sehingga dapat menciptakan perpaduan rasa dan sensasi yang kompleks di mulut.
BACA JUGA:7 Resep Sambal Khas Nusantara, Nomor 5 Sambal Khas Lampung
Karena aroma dan rasa yang kuat, Jolang Jaling sering dianggap sebagai makanan yang menantang bagi yang belum terbiasa, tetapi bagi orang Lampung dan pecinta kuliner tradisional, lalapan ini justru menjadi makanan favorit yang bisa melengkapi kelezatan hidangan seperti seruit.
Jadi, apakah kamu tertarik juga untuk mencipipi Jolang Jaling? Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan sensasi rasa baru yang hanya bisa Anda temukan di kuliner Lampung. Yuk, jelajahi kekayaan tradisi dan nikmati langsung kelezatan lalapan khas ini. Siapa tahu, Jolang jaling bisa jadi favorit baru kamu!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
