Heboh ‘Ospek Cium Kening’ di UNSRI, Kampus Bentuk Tim Investigasi
Tangkapan layar para anggota HIMATETA memberikan klarifikasi terkait tindakan ospek--ISTIMEWA
RADARTVNEWS.COM - Sebuah video kegiatan ospek mahasiswa baru Universitas Sriwijaya (Unsri) jurusan Teknologi Pertanian viral di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan sejumlah mahasiswa baru diminta melakukan aksi saling mencium kening saat kegiatan pada 20 September 2025. Peristiwa ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA) dan memicu gelombang kritik karena dianggap mencoreng nama baik kampus.
Kronologi Kegiatan
Berdasarkan keterangan panitia, acara sebenarnya dimulai dengan kegiatan gotong royong bernama We Can Take Cleaning (WTC) yang dipimpin Arjuna Satria. Ia menyebut tujuan kegiatan itu untuk membangun kebersamaan dan kenyamanan di jurusan. “Saya Arjuna Satria, sebagai Koordinator kebersihan atau yang disebut WTC, disitu di pagi harinya kami melakukan sifat gotong royong, kekeluargaan dalam menuju agar jurusan kami bisa tercipta lingkungan yang nyaman dan baik,” jelasnya.
Setelah bersih-bersih, mahasiswa mengikuti forum rundingan angkatan hingga sore tanpa masalah. Namun, ide permainan tambahan muncul dari senior bernama M. Dwinandra bersama seorang alumni, Rayan. Permainan hiburan itu berujung pada aksi saling cium kening antar mahasiswa baru. Rekaman awalnya hanya beredar terbatas, tetapi kemudian bocor ke grup angkatan hingga akhirnya viral.
BACA JUGA:Melawan Bullying: Peran Orang Tua dan Guru dalam Melindungi Anak
Permintaan Maaf dan Klarifikasi
Ketua HIMATETA, Ivandi Cesario Amar, menyampaikan permintaan maaf terbuka. “Atas kejadian ini kami tidak memikirkan dampak jangka panjangnya. Kami memohon maaf sebesar-besarnya dan menerima segala konsekuensi yang diberikan Universitas Sriwijaya,” ucapnya. Para senior menegaskan niat awal hanyalah mempererat kekeluargaan, namun mengakui kelalaian dalam mengatur jalannya kegiatan.
Sikap Unsri dan Proses Investigasi
Pihak Unsri membantah adanya perpeloncoan yang terencana. Sekretaris Universitas, Aidil Fitri, menegaskan aksi itu murni spontanitas kakak tingkat. "Perpeloncoan itu tidak benar, dalam kasus ini tindakan yang dilakukan oleh kakak tingkat tersebut merupakan perbuatan spontanitas," katanya.
Meski demikian, Unsri tetap melakukan penyelidikan. Sebanyak 15 mahasiswa dari HIMATETA dan panitia diperiksa. Universitas juga berkoordinasi dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT). Sanksi akan ditentukan berdasarkan hasil investigasi, termasuk kemungkinan tindakan akademik.
Selain insiden cium kening, laporan juga menyebut adanya ajakan berkelahi secara fisik oleh sejumlah senior. HIMATETA sebagai penanggung jawab telah dikenai sanksi tidak boleh menggelar kegiatan selama satu tahun.
Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa kegiatan ospek harus tetap mengedepankan pembinaan positif tanpa melanggar norma maupun martabat mahasiswa baru.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
