Ini Jawaban Anies Baswedan saat Pria Berkaos Ganjar Pranowo Tanyakan Kelanjutan IKN dan Hasil Survei

SERU : Suasana kampanye terbatas di Univewrsitas Malayahati.-tangkap layar-
RADARTV – Ada peristiwa menarik saat kampanye terbatas calon presiden (capres) Anies Baswedan di Kampus Universitas Malahayati, Kota Bandar Lampung, Kamis 7 Desember 2023. Sang host, menyatakan disclaimer jika pertemuan oleh Desak ini bukan semata untuk mengumpulkan suara untuk paslon nomor 01 saja.
Di sela – sela sesi tanya jawab dengan mahasiswa. Tiba – tiba, sang pembawa acara menyilakan seorang pemuda dengan kaos capres 03 Ganjar Pranowo yang hendak bertanya. Pria itu maju dan mengenalkan diri sebagai Cekemon atau Mon. Ada dua poin penting dan krusial ditanyakan kepada Gubernur DKI Jakarta periode 2017 – 2022 itu.
“Saya ingin bertanya, Bapak ingin lanjutkan IKN atau dibatalkan. Itu menurut saya itu abu – abu. Di Lampung ada contoh konkret ada Kota Baru pembangunannya mangrak. Bapak selalu jawab tunggu masalah dasarnya selesai. Lalu, kedua bagaimana jika Bapak kalah di putaran pertama. Kedepan mau mendukung paslon 02 atau 03 atau oposisi,” tanya Mon.
Dengan bijaksana, Anies memuji sikap Mon mau datang ke sebuah acara paslon yang bukan didukungnya. ”Kita harus hormati pilihan, bahkan menurut saya Yay Mon adalah contoh yang demokratis. Dia mau datang dalam suatu acara paslon yang bukan dia dukung,” ujar Anies
Terkait Ibu Kota Negara (IKN) apakah ingin dilanjutkan atau tidak. Jadi kenapa IKN itu sebuah proyek dan sudah ditetapkan oleh Undang – undang. Maka pertanyaan mendasarnya siapa yang akan menggunakan IKN? ”IKN digunakan oleh aparatur negara, mulai presiden, pejabat – pejabat dan aparatur pemerintah pusat,” tandasnya.
Lantas dia memastikan masih banyak problem mendasar lainya yang lebih penting dibandingkan membangun IKN. Dari data di Provinsi Lampung, sebanyak 51 persen sekolah berstatus rusak berat.
“Sekarang kita punya uang, lantas uang itu mau dipakai untuk apa? Untuk memperbaiki 51 % sekolah rusak berat atau membanguan gedung baru kementerian pendidikan,” tegasnya.
Jadi bukan saja soal urusan dasar yang selesai tapi ini merupakan problem. Problemnya adalah masih banyak sekolah rusak berat tapi tak punya anggaran untuk karena dipakai untuk lain.
Anies lantas mencontohkan maslaah petani yakni kelangkaan dan mahalnya harga pupuk. Lebih baik anggaran itu untuk mensejahterakan petani, bukan untuk membangun gedung baru kementerian atau pemerintahan.
Untuk bidang kesehatan, dari semua kelurahan/ desa dan kampung di Indonesia, sekitar 40 persen masih belum punya pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas.
”Apakah negara masih bisa bekerja dengan kantor yang ada sekarang. Artinya jawaban kami itu objektif bukan sekadar politis,” tandasnya.
Mindset Anies Lolos Putaran Kedua
Anies Baswedan memastikan memiliki mind set lolos ke putaran kedua seperti saat pilkada DKI Jakarta. ”Saya tak berencana menang 1 putaran. Tapi kami berencana masuk 2 putaran. Coba cek, saya selalu katakan yang penting masuk putaran 2. Saya punya mindset 2 putaran, dan lebih baik lagi,” jelasnya.
Kemudian terkait hasil survei sejumlah lembaga ”independen” senantiasa menempaikan Anies baik secara personal maupun Anies – Muhaimin Iskandar (AMIN) di posisi ketiga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: