Empat Hari Dilalap Api, Edelweis dan Cemara Gunung Bromo Terancam

Empat Hari Dilalap Api, Edelweis dan Cemara Gunung Bromo Terancam

Ilustrasi Kebakaran Hutan Bromo-generated image -Chat GPT

Bandar Lampung, RADARTVNEWS.COM – Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, sejak Senin, 3 Agustus 2026, hingga kini belum berhasil dipadamkan. Memasuki hari keempat penanganan, api telah meluas ke wilayah Kabupaten Lumajang, Probolinggo, dan Malang, sementara upaya pemadaman masih terkendala medan dengan kemiringan mencapai *80–90 derajat*, angin kencang, serta vegetasi kering yang mudah terbakar. Kondisi ini membuat kebakaran tidak hanya mengancam aktivitas wisata, tetapi juga mulai berdampak pada ekosistem kawasan konservasi, termasuk vegetasi khas pegunungan seperti Edelweis dan Cemara Gunung yang menjadi bagian penting keanekaragaman hayati TNBTS.

 

Balai Besar TNBTS menyebut kebakaran telah berdampak pada kawasan yang didominasi vegetasi rerumputan serta sejumlah tanaman khas pegunungan, seperti Cemara Gunung, Pasang, Mentigi, Tutup, Edelweis, dan Akasia. Vegetasi tersebut memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah erosi di lereng pegunungan, menyediakan habitat bagi satwa liar, serta menjadi bagian dari proses regenerasi alami hutan.

 

Kerusakan vegetasi di kawasan konservasi tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat. Berbeda dengan hutan produksi, ekosistem pegunungan memiliki proses regenerasi alami yang lebih lambat sehingga pemulihan kawasan yang terbakar dapat memakan waktu bertahun-tahun. Semakin luas area yang terdampak, semakin besar pula risiko terganggunya keseimbangan ekosistem Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

 

Di lapangan, proses pemadaman masih menghadapi tantangan besar. Titik api berada di medan dengan kemiringan mencapai 80 hingga 90 derajat, sehingga menyulitkan akses personel menuju lokasi kebakaran. Kondisi diperparah oleh angin kencang yang membuat kobaran api cepat menjalar ke area lain, sementara vegetasi kering seperti cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar menjadi bahan bakar alami yang mempercepat penyebaran api.

 

Untuk mengendalikan kebakaran, tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman. Personel terdiri atas petugas Balai Besar TNBTS, Manggala Agni, Korps Marinir, PPGST, Saver, Masyarakat Peduli Api (MPA), masyarakat Desa Ranupani dan Desa Ngadas, serta diperkuat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri.

 

 

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru masih ditutup sementara hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: bbtnbts