Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Fenomena Astronomi Langka di Langit Malam

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Fenomena Astronomi Langka di Langit Malam

Fase Gerhana Bulan Total (Blood Moon)-Pinterest @dynek37829-

RADARTVNEWS.COM - Fenomena langit langka akan kembali menyapa masyarakat Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026. Pada malam tersebut, gerhana bulan total dipastikan terjadi dan bisa disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Fenomena ini tergolong jarang dan menarik perhatian karena dapat dilihat langsung tanpa bantuan alat khusus.

Gerhana bulan total terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus. Dalam kondisi ini, Bulan sepenuhnya masuk ke bayangan inti Bumi. Cahaya Matahari yang biasanya menerangi Bulan tertutup, sehingga cahaya Bulan perlahan meredup. Saat gerhana mencapai fase total, warna Bulan akan berubah menjadi kemerahan. Fenomena ini dikenal dengan sebutan Blood Moon dan terjadi akibat cahaya Matahari yang dibiaskan oleh atmosfer Bumi.

Rangkaian gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 akan berlangsung cukup lama, dimulai sejak sore hari hingga malam. Fase awal dimulai sekitar pukul 15.42 WIB, ketika Bulan mulai memasuki bayangan penumbra. Pada tahap ini, perubahan cahaya belum terlalu terlihat, namun sinar Bulan mulai tampak sedikit berkurang.

Menjelang senja, sekitar pukul 16.49 WIB, gerhana mulai masuk ke fase sebagian. Bayangan Bumi perlahan menutupi sebagian permukaan Bulan dan mulai terlihat jelas dengan mata telanjang. Pada fase ini, gerhana sudah bisa dinikmati, terutama jika cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan.

Gerhana bulan total diperkirakan mulai sekitar pukul 18.03 WIB. Pada fase ini, seluruh bagian Bulan berada di dalam bayangan inti Bumi. Puncak gerhana terjadi pada pukul 18.33 hingga 18.34 WIB, saat warna merah kecokelatan Bulan terlihat paling jelas. Setelah itu, fase total berakhir sekitar pukul 19.03 WIB dan Bulan perlahan kembali keluar dari bayangan inti.

Proses gerhana masih berlanjut hingga malam hari. Fase gerhana sebagian berakhir sekitar pukul 20.17 WIB, sementara fase penumbra benar-benar selesai sekitar pukul 21.24 WIB. Dengan durasi yang cukup panjang, masyarakat memiliki waktu yang cukup leluasa untuk mengikuti setiap tahap gerhana.

Gerhana bulan total ini dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Perbedaan zona waktu hanya memengaruhi jam pengamatan, namun seluruh wilayah tetap dapat menyaksikan fase total selama kondisi cuaca mendukung.

Salah satu kelebihan gerhana bulan adalah kemudahannya untuk diamati. Fenomena ini aman dilihat langsung tanpa pelindung mata. Untuk hasil pengamatan yang lebih jelas, masyarakat disarankan mencari tempat dengan pandangan langit terbuka dan minim cahaya buatan.

Dengan waktu puncak yang terjadi pada malam hari dan bisa dilihat dari berbagai daerah, gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 menjadi momen langit yang sayang untuk dilewatkan. Jika cuaca cerah, peristiwa ini bisa menjadi pengalaman menarik untuk menikmati keindahan langit malam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: