Kenapa Orang yang Selingkuh Susah Berubah? Ini Faktanya

Kenapa Orang yang Selingkuh Susah Berubah? Ini Faktanya

Ilustrasi orang selingkuh -Pinterest/@vkessence-

RADARTVNEWS.COM - Kalau ngomongin soal selingkuh, banyak orang langsung mikir ini cuma soal “khilaf” atau salah momen. Tapi kenyataannya, masalah ini sering lebih dalam dari itu. Bukan berarti semua orang yang pernah selingkuh pasti tidak bisa berubah, tapi ada pola yang bikin sebagian dari mereka memang lebih sulit untuk berhenti dan cenderung mengulang hal yang sama.

 

Dalam beberapa pembahasan psikologi dan ringkasan penelitian yang sering dibahas, orang yang punya riwayat selingkuh cenderung punya kemungkinan lebih besar untuk mengulanginya lagi dibanding yang belum pernah. Bahkan ada penelitian yang bilang, mereka bisa punya risiko beberapa kali lipat lebih tinggi untuk kembali melakukan hal yang sama. Ini bukan soal menuduh, tapi lebih ke pola perilaku yang terbentuk.

 

Salah satu alasan yang sering muncul adalah soal kebutuhan validasi. Beberapa orang yang selingkuh bukan hanya mencari hubungan lain, tapi juga rasa “diinginkan” oleh banyak orang. Ada dorongan untuk merasa menarik, diperhatikan, dan diakui. Masalahnya, kalau kebutuhan ini tidak pernah benar-benar selesai, mereka cenderung akan terus mencari hal yang sama di luar hubungan utama.

 

Selain itu, ada juga sisi psikologis seperti kecenderungan sifat narsistik pada sebagian kasus. Bukan berarti semua pelaku selingkuh seperti itu, tapi dalam beberapa situasi, ada orang yang terlalu fokus pada dirinya sendiri, butuh pengakuan, dan kurang mempertimbangkan dampak ke pasangan. Di titik ini, komitmen sering jadi nomor dua dibanding kepuasan pribadi sesaat.

 

Hal lain yang juga sering dibahas adalah soal rasa syukur dan kepuasan. Banyak orang sebenarnya punya hubungan yang stabil, tapi tetap merasa “kurang” karena terbiasa membandingkan atau mencari hal baru. Saat kontrol diri lemah, rasa ingin mencoba sesuatu yang baru bisa lebih dominan daripada mempertahankan apa yang sudah ada.

 

Yang bikin ini makin rumit, selingkuh bukan cuma soal satu keputusan. Kadang ini sudah jadi pola yang berulang. Sekali seseorang terbiasa mengambil jalan itu, tanpa refleksi dan perubahan serius, peluang untuk mengulanginya jadi lebih besar.

 

Tapi penting juga untuk dilihat dari sisi lain. Bukan berarti orang yang pernah selingkuh tidak bisa berubah sama sekali. Perubahan tetap mungkin, tapi biasanya butuh kesadaran diri yang kuat, rasa tanggung jawab, dan kemauan untuk benar-benar mengubah cara berpikir, bukan cuma janji di permukaan.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: