radartvnews.com- Selama ramadan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung melakukan pengawasan terhadap produk makanan. Fokus diutamakan pada makanan takjil Ramadan 1439 Hijriyah. Syamsuliani Kepala Bbpom Bandar Lampung saat press release juam siang (8/6/2018) menyatakan, BBPOM melakukan pengawasan di tujuh Kabupaten-Kota se-Provinsi Lampung sejak awal Ramadan. Dari 736 sempel yang di ambil, 44 item makanan dinyatakan terindentifikasi Rhodamin B dan Boraks. Jumlah ini meningkat di banding tahun 2017 lalu dimana BBPOM menguji 374 sampel dan menemukan 20 takjil yang berbahaya. Pengawasan ini di lakukan selama tiga pekan di Bandar Lampung, Lampung Tengah dan Pringsewu. “banyak makanan yang mengandung Rhodamin B terutama di Bandar Lampung, ini hasil sidak kita selama tiga pecan,” ujar Syamsuliani. Selain itu BBPOM menyita bahan makanan dan obat senilai Rp174 juta yang terdiri dari 178 item tanpa ijin edar, 15 item kadaluarsa dan 42 item rusak.(sah/san)
44 Takjil Berbahaya Terjaring Petugas
Jumat 08-06-2018,20:20 WIB
Reporter : redaksirltv
Editor : redaksirltv
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 16-06-2026,22:25 WIB
Warga Tiga Kecamatan di Lamtim Harapkan Masuk Wilayah Kota Metro, Ajak Referendum
Selasa 16-06-2026,23:08 WIB
Dibalik Rencana Kesepakatan Damai Iran dan AS, Negara Arab Siapkan Dana Rp5.316 Triliun
Rabu 17-06-2026,16:00 WIB
Menjaga Keseimbangan Tubuh Melalui Ibadah Puasa
Rabu 17-06-2026,11:03 WIB
Messi Cetak Hat-trick Perdana di Piala Dunia, Argentina Taklukkan Aljazair 3-0
Rabu 17-06-2026,13:22 WIB
Jangan Tunggu Overheat! Begini Tanda Water Pump Mobil Mulai Rusak
Terkini
Rabu 17-06-2026,19:43 WIB
Nelayan KM Arof Ditemukan Meninggal, Tim SAR Lampung Timur Lanjutkan Pencarian Nahkoda yang Hilang
Rabu 17-06-2026,19:34 WIB
KPK Hormati Penyidikan Dugaan Korupsi MBG oleh Kejagung, Siap Lakukan Koordinasi Jika Diperlukan
Rabu 17-06-2026,19:33 WIB
Pria 50 Tahun Ditemukan Meninggal dalam Kebakaran Rumah Kayu di Baradatu Way Kanan
Rabu 17-06-2026,19:23 WIB
Karyawan Perusahaan Sawit di Lampura Ditangkap, Diduga Bawa Kabur Kawat Tembaga Milik Perusahaan
Rabu 17-06-2026,19:18 WIB