Serangan Rusia Hantam Pusat Bantuan Ukraina, 40 Orang Tewas

Kamis 05-11-2026,16:06 WIB
Reporter : MG - Rahma Chaliva Chairunisa
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM - Serangan militer Rusia kembali menelan korban jiwa di Ukraina. 

Kali ini, sebuah bangunan yang difungsikan sebagai pusat penyaluran bantuan kemanusiaan di wilayah Zaporizhzhia menjadi sasaran serangan hingga menyebabkan 40 orang meninggal dunia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, pasukan Rusia menjatuhkan sembilan bom ke gedung bekas sekolah yang digunakan untuk mendistribusikan bantuan tersebut. 

Peristiwa itu berlangsung pada Senin (2/11/2026).

Menurut Zelensky, serangan tidak hanya menyasar warga yang sedang mengantre untuk mendapatkan bantuan, tetapi juga petugas penyelamat dan aparat kepolisian yang datang ke lokasi setelah kejadian.

"Mereka pertama-tama menyerang orang-orang yang datang untuk menerima bantuan kemanusiaan, kemudian menyerang petugas tanggap darurat dan aparat kepolisian yang tiba di lokasi kejadian," kata Zelensky, Kamis (5/11/2026).

BACA JUGA:Kasus Darurat Militer, Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Dituntut Hukuman Mati

Upaya pencarian dan evakuasi korban masih berlangsung hingga Rabu (4/11/2026). 

Zelensky memperkirakan lebih dari 30 orang masih tertimbun material bangunan yang runtuh akibat serangan tersebut.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia menyampaikan bahwa operasi militer di wilayah itu ditujukan kepada pasukan Ukraina. 

Rusia mengklaim serangan tersebut menewaskan 25 personel militer dan membantah sengaja menjadikan warga sipil sebagai sasaran.

Serangan di Zaporizhzhia terjadi di tengah meningkatnya intensitas gempuran Rusia terhadap Ukraina. 

Sehari setelahnya, tepatnya Selasa (3/11/2026), Rusia juga melancarkan serangan besar terhadap fasilitas energi di 10 wilayah Ukraina.

Dampak serangan tersebut turut dirasakan warga Kyiv. 

Gangguan pada infrastruktur energi menyebabkan pasokan air bersih di ibu kota Ukraina terhenti selama lebih dari 16 jam. 

Kategori :