Geger di Pringsewu! Pemuda Bacok Ayah Kandung dengan Golok

Senin 02-11-2026,19:17 WIB
Reporter : Ardi Joe
Editor : Jefri Ardi

BACA JUGA:Proyek Dana SMI Ratusan Miliar Diawasi Ketat Tim Kejari Lamtim, Ada Kecurangan Siap Diproses Hukum

Di balik peristiwa yang menggegerkan warga tersebut, polisi mengungkap adanya informasi mengenai perubahan perilaku terduga pelaku dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Bastari, berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, Sujeri diduga mengalami gangguan kejiwaan sejak Agustus 2026. Namun, kondisi tersebut masih memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

“Menurut informasi yang kami dapatkan, sejak beberapa bulan terakhir yang bersangkutan memang menunjukkan perubahan perilaku. Dia lebih sering murung, menyendiri di dalam kamar, dan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar,” ungkap Bastari.

Meski demikian, Bastari menyebut Sujeri sebelumnya dikenal tidak pernah meresahkan lingkungan tempat tinggalnya.

Pada pertengahan Oktober 2026, Sujeri memang sempat dikaitkan dengan dugaan percobaan pencurian sepeda motor. Namun, persoalan tersebut diselesaikan melalui musyawarah atau rembuk pekon.

“Pada saat itu persoalannya diselesaikan secara kekeluargaan melalui rembuk pekon,” katanya.

Polisi juga mengungkapkan bahwa Bhabinkamtibmas sebelumnya telah menyarankan pihak keluarga agar membawa Sujeri untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Namun, sebelum upaya tersebut terlaksana, peristiwa penyerangan terhadap ayah kandungnya lebih dahulu terjadi.

“Kami sebelumnya sudah pernah menyarankan kepada pihak keluarga agar yang bersangkutan dibawa untuk mendapatkan pengobatan. Namun, sebelum hal tersebut terlaksana, peristiwa ini sudah lebih dahulu terjadi,” jelas Bastari.

BACA JUGA:Ribuan Gen Z di Jerman Turun ke Jalan, Desak Pemerintah Tambah Dana Pendidikan

Pasca-kejadian, pihak keluarga disebut tidak membuat laporan resmi ke kepolisian. Meski demikian, polisi tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan keluarga untuk memastikan situasi di lingkungan Pekon Sukorejo tetap aman dan kondusif.

“Walaupun pihak keluarga tidak melaporkan kejadian ini secara resmi, kami tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak keluarga. Kami ingin memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Bastari.

Polisi turut mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai kondisi kejiwaan Sujeri.

Pemeriksaan profesional diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan. Informasi mengenai dugaan gangguan kejiwaan tidak sepatutnya dianggap sebagai diagnosis sebelum ada kepastian dari tenaga medis.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap perubahan perilaku anggota keluarga serta upaya mencari bantuan profesional ketika diperlukan.

Kategori :