Harga Emas Dunia Tertekan, Dolar AS Menguat dan Investor Mulai Waspada

Selasa 20-10-2026,13:40 WIB
Reporter : MG - Annisa Nayla Meriza
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (19/10/2026) di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini membuat investor kembali mencermati prospek investasi emas menjelang keputusan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Mengutip laporan pasar pada Selasa (20/10/2026), harga emas di pasar spot turun sekitar 0,6 persen menjadi US$4.140 per troy ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS juga terkoreksi sekitar 0,5 persen ke kisaran US$4.160 per troy ons. 

Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor yang menekan harga logam mulia tersebut. Pasalnya, emas yang diperdagangkan menggunakan dolar menjadi lebih mahal bagi investor dengan mata uang lain sehingga berpotensi mengurangi permintaan.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memengaruhi daya tarik emas. Berbeda dengan obligasi yang memberikan imbal hasil, emas tidak menghasilkan bunga sehingga cenderung kurang menarik ketika imbal hasil instrumen pendapatan tetap meningkat.

BACA JUGA:Wall Street Bangkit, Nasdaq Melonjak 1,11% Berkat Saham AI

Analis pasar juga menyoroti kekhawatiran terhadap inflasi dan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat. Jika tekanan inflasi bertahan, bank sentral dapat mempertahankan suku bunga tinggi atau mengambil langkah yang lebih ketat untuk menjaga stabilitas harga. 

Di sisi lain, investor kini menunggu keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi, dan harga emas dalam jangka pendek.

Meski mengalami tekanan, pergerakan harga emas masih akan dipengaruhi perkembangan ekonomi global dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter AS. Investor pun perlu mencermati perubahan sentimen pasar sebelum menentukan langkah investasi berikutnya.

Kategori :