Selain jumlahnya, susunan pori-pori juga dapat menjadi petunjuk untuk mengenali kulit babi. Pola tersebut biasanya terlihat berulang di permukaan material. Namun, ciri ini tidak selalu mudah diamati, terutama jika kulit telah melalui proses pengolahan atau pelapisan.
3. Tekstur Kulit yang Lembut dan Lentur
Kulit babi dapat memiliki tekstur yang relatif lentur dan fleksibel. Karakteristik tersebut membuatnya dapat digunakan sebagai bahan sepatu yang nyaman. Meski demikian, tekstur saja tidak cukup untuk memastikan jenis kulit karena material kulit lainnya juga bisa memiliki karakteristik serupa.
4. Material Kulit Babi Kerap Diolah Menjadi Suede
Kulit babi cukup sering digunakan untuk membuat suede, yaitu bahan kulit dengan permukaan lembut menyerupai beludru.
Menurut Shoes and Care, karakteristik serat dan teksturnya membuat bahan ini cocok digunakan untuk berbagai jenis alas kaki.
Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa semua sepatu suede terbuat dari kulit babi, tidak semua sepatu suede berbahan kulit babi. Periksa pola pori-pori dan label material untuk memastikannya.
5. Cek Label dan Keterangan Bahan pada Sepatu
Cara paling praktis untuk mengetahui bahan sepatu adalah dengan memeriksa label, kemasan, atau deskripsi produk dari penjual resmi. Perhatikan istilah seperti pigskin, pig leather, atau genuine pig suede yang menunjukkan penggunaan kulit babi. Jika informasi yang tersedia belum jelas, konsumen dapat menghubungi produsen untuk memperoleh keterangan lebih lanjut.