RADARTVNEWS.COM – Penggunaan rokok elektrik atau vape yang kian marak di tengah masyarakat kini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan medis. Meskipun sering kali dipersepsikan sebagai alternatif yang lebih aman daripada rokok batangan, para ahli kesehatan menegaskan bahwa vape justru membawa bahaya kesehatan yang tidak kalah mematikan dan menciptakan ancaman baru bagi para penggunanya.
Dokter Spesialis Onkologi Radiasi, dr. Andreas Ronald, mengungkapkan bahwa anggapan vape lebih aman dibanding rokok konvensional merupakan keliru. Berbagai penelitian ilmiah membuktikan bahwa uap yang dihasilkan dari vape mengandung radikal bebas oksigen yang mampu merusak struktur DNA sel tubuh. Selain itu, dalam uap tersebut juga ditemukan senyawa logam berat serta polisiklik aromatik hidrokarbon yang bersifat karsinogenik atau memicu pertumbuhan sel kanker.
Bahaya vape tidak hanya mengintai pengguna aktif, melainkan juga masyarakat di sekitarnya yang terpapar uap secara pasif. Bagi orang yang memiliki riwayat penyakit saluran pernapasan seperti asma, berada di lingkungan yang dipenuhi uap vape dapat secara langsung memicu serangan asma yang membahayakan. Hal ini menunjukkan bahwa emisi dari liquid vape tetap memiliki efek toksik pada organ paru-paru.
Maraknya tren penggunaan vape di berbagai kalangan, termasuk perempuan yang menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup harian, turut diiringi oleh isu penyalahgunaan bahan kimia berbahaya. Di lapangan, ditemukan kasus pencampuran zat berbahaya seperti etomidat ke dalam liquid berperisa. Padahal, etomidat merupakan jenis obat bius yang seharusnya hanya dipergunakan untuk induksi anestesi pasien di ruang operasi medis.
BACA JUGA:Waspada! Ini Bahaya Nyata Merokok di Dekat Bayi dan Anak-Anak yang Wajib Anda Ketahui
Berdasarkan temuan-temuan medis tersebut, para pakar mengibaratkan peralihan dari rokok konvensional ke rokok elektrik seperti berpindah dari kandang macan ke kandang singa. Alih-alih menjadi jalan keluar dari kecanduan tembakau, vape justru menjadi masalah kesehatan baru yang berpotensi memicu timbulnya berbagai penyakit kronis hingga kanker dalam jangka panjang.
Melihat tingginya risiko kerusakan organ hingga ancaman kanker yang ditimbulkan, para dokter mengimbau masyarakat untuk segera menghentikan kebiasaan vaping. Edukasi mengenai bahaya zat karsinogenik dan logam berat dalam vape perlu terus disebarluaskan demi menyelamatkan generasi muda serta orang-orang di sekitar dari dampak buruk rokok elektrik.