Saat giliran kutu dan temannya beraksi menuju benteng pertahanan terakhir banteng, maka Yamal dan pemain lain asal Barcelona sudah punya cara agar kutu tidak hinggap di kepala mereka. Gaya Messi terkesan santai di lapangan, tapi itulah jurus jitunya memperdaya lawan.
Yamal dkk tentunya sangat ingin Spanyol juara dunia kedua kali. Negeri Matador itu sudah 16 tahun menanti, setelah menjadi jawara di Afrika Selatan tahun 2010.
BACA JUGA :Prediksi Andi Desfiandi Terwujud, Spanyol Tantang Albiceleste
Prestasi Argentina lebih mentereng, tiga kali juara dunia, 1978, 1986 dan 2022. Spanyol pasti berupaya menjegal Negeri Tango meraih trofi lagi tahun ini.
Sebagai juara bertahan, Messi dkk berambisi menyamai prestasi Brasil di piala dunia 1958 dan 1962, back to back champion. Jika ini tercapai, maka menjadi kenangan terindah Messi. Sebab, Si kutu berencana akan gantung sepatu dari Timnas Argentina seusai Piala Dunia di Amerika.
Sekarang, cobalah bayangkan keseruan bentrok Yamal dan Messi di lapangan. Anggap saja "pemanasan" jelang keduanya adu nyali dan strategi, Senin dinihari nanti. Siap begadang kan?