RADARTVNEWS.COM - Kabar positif hadir dari industri perunggasan di tanah air. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mencatat bahwa harga ayam hidup (livebird) di level peternak telah mencapai target terendah Rp19.500 per kilogram (semua ukuran).
Pencapaian ini berlangsung lebih cepat dari yang direncanakan, yaitu pada 13 Juli 2026, sementara sasaran awal diperkirakan akan tercapai pada 15 Juli 2026. Beberapa daerah di Indonesia dilaporkan telah mencapai harga acuan itu.
Berdasarkan Ditjen PKH, peningkatan harga ini merupakan indikasi baik untuk kelangsungan bisnis peternak. Setelah mengalami perubahan harga, situasi ini menunjukkan bahwa kestabilan di tingkat produksi mulai terlihat, yang berdampak langsung pada pendapatan para peternak.
Akan tetapi, pemerintah menekankan bahwa kestabilan harga perlu dipelihara secara terus-menerus. Keseimbangan antara pasokan (supply) dan permintaan pasar (demand) merupakan faktor penting agar harga tetap wajar, tidak merugikan peternak, dan tetap terjangkau oleh masyarakat.
Usaha tersebut juga ditujukan agar harga ayam hidup dapat berangsur-angsur menuju Harga Acuan Pembelian (HAP). Melalui pengelolaan yang lebih efektif, sektor perunggasan diharapkan dapat berkembang lebih sehat, memiliki daya saing, dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, Ditjen PKH mengundang semua pihak untuk terus mendukung perbaikan sistem peternakan unggas nasional demi mewujudkan kesejahteraan peternak di Indonesia.