RADARTVNEWS.COM – Banyak orang pernah mengalami telinga tiba-tiba berdengung tanpa sebab yang jelas, baik saat sedang beraktivitas, maupun ketika suasana sedang tenang. Kondisi ini sering muncul mendadak dan dapat mengganggu konsentrasi, bahkan membuat sebagian orang merasa tidak nyaman.
Dalam istilah medis, kondisi ini disebut tinnitus, yaitu sensasi mendengar suara seperti dengungan atau desisan tanpa adanya sumber bunyi dari luar.
Meski sering dianggap ringan, fenomena ini cukup umum terjadi di masyarakat.
Gangguan dari dalam sistem pendengaran
Telinga berdengung terjadi ketika ada gangguan pada sistem pendengaran, terutama di bagian telinga dalam yang berhubungan langsung dengan saraf pendengaran. Gangguan ini membuat otak menangkap sinyal yang tidak normal, sehingga muncul persepsi suara meskipun tidak ada sumber suara eksternal.
Salah satu penyebab yang paling sering adalah paparan suara keras dalam waktu lama, seperti mendengarkan musik dengan volume tinggi atau berada di lingkungan bising. Kondisi ini dapat mengganggu sel-sel halus di telinga dalam yang berperan dalam proses pendengaran.
Selain itu, penumpukan kotoran telinga, perubahan tekanan udara, hingga kelelahan dan stres juga dapat memicu munculnya dengungan sementara.
BACA JUGA:Terlalu Rajin Membersihkan Telinga, Justru Bisa Membahayakan Pendengaran
Umumnya bersifat sementara, tapi perlu diwaspadai
Pada banyak kasus, telinga berdengung hanya berlangsung singkat dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, kondisi ini perlu diperhatikan jika terjadi berulang atau disertai gejala lain seperti penurunan pendengaran, pusing, atau rasa tidak nyaman di telinga.
Jika hal tersebut terjadi, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan yang lebih serius pada sistem pendengaran.
Gaya hidup juga berpengaruh
Selain faktor medis, kebiasaan sehari-hari juga berperan dalam munculnya tinnitus. Penggunaan earphone dengan volume tinggi, kurang istirahat, hingga tingkat stres yang meningkat dapat memperbesar risiko munculnya kondisi ini.
Menjaga kesehatan telinga dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menghindari paparan suara keras dan memberi waktu istirahat bagi pendengaran.
Bukan penyakit tunggal, melainkan gejala