- Tenaga puncak di putaran atas meningkat Motor lebih beringas saat digeber di RPM tinggi, cocok untuk balap atau riding agresif.
- Putaran mesin lebih cepat naik.
- Bobot lebih ringan dan tampilan sporty.
Kekurangan: Torsi bawah menghilang. Motor jadi kerap "loyo" saat start-stop atau melewati tanjakan. Suara cenderung keras dan meledak-ledak. Pemakaian harian cukup melelahkan.
Kesimpulan: Mana yang Tepat untuk Anda?
- Pilih knalpot LONG jika motor digunakan untuk harian, komuter jarak dekat, atau sering bonceng dan bawa barang. Anda butuh tarikan bawah yang enteng dan irit bahan bakar.
- Pilih knalpot SHORT jika motor untuk turing sport, rolling race, atau Anda lebih mengutamakan tenaga puncak di jalan lurus dan tidak keberatan dengan suara bising.
Jangan hanya tergoda tampilan atau suara. Sesuaikan panjang knalpot dengan kebutuhan berkendara Anda.
Jika perlu, lakukan penyesuaian jetting karburator atau remap ECU agar performa motor benar-benar optimal dan tidak malah turun drastis setelah ganti knalpot. (*)