RADARTVNEWS.COM – Indonesia sering menyebut anak muda sebagai aset masa depan bangsa. Mereka didorong untuk kreatif, inovatif, berani mengambil peran, bahkan diminta berkontribusi memajukan bangsa lewat karya, bisnis, teknologi, pendidikan, hingga kebijakan publik.
Di atas kertas, semuanya terdengar ideal. Tapi di sisi lain, muncul keresahan yang makin sering menjadi perbincangan: bagaimana jika saat mulai berkarya, atau mengambil peran besar, justru merasa tidak ada dukungan, melainkan muncul tekanan, atau situasi yang membuat kontribusi terasa tak nyaman? Kekhawatiran seperti ini tak muncul tanpa alasan. Belakangan, publik cukup sering melihat figur publik, pejabat, akademisi, maupun profesional yang saat masuk ke sistem justru terseret polemik, kritik besar, atau proses hukum. Salah satu nama yang ramai dibicarakan adalah Nadiem Makarim. Terlepas dari bagaimana proses dan fakta hukumnya berjalan, kasus yang menyeret figur seperti dirinya ikut memunculkan diskusi yang lebih luas di kalangan anak muda. Banyak yang mulai bertanya: kalau seseorang dengan akses, pendidikan, jaringan, dan kapasitas sebesar itu saja bisa berada dalam pusaran kontroversi dan tekanan besar, bagaimana dengan orang biasa? Pertanyaan ini mungkin terdengar pesimistis, tapi cukup relate dengan kondisi saat ini. Banyak anak muda sebenarnya punya semangat tinggi untuk berkontribusi. Ada yang ingin masuk pemerintahan, membangun startup, bekerja di sektor publik, jadi akademisi, aktivis, atau terlibat di bidang sosial. Tapi semangat itu sering dibarengi kekhawatiran lain: apakah sistem cukup sehat untuk menerima orang-orang yang ingin bekerja dengan idealisme? Di media sosial, sentimen seperti ini makin sering muncul. Tidak sedikit yang mulai bercanda setengah serius tentang keinginan “berkarya dari luar negeri saja” atau memilih jalur aman daripada terlalu terlibat di sistem yang dianggap rumit. BACA JUGA: Kasus Nadiem Makarim jadi Sorotan Media Internasional dan Pebisnis Global di Indonesia Fenomena ini patut jadi perhatian. Negara butuh generasi muda yang percaya bahwa kontribusi mereka punya ruang. Bahwa kerja keras, kompetensi, dan niat baik tetap bisa mendapat tempat yang layak. Karena kalau yang tumbuh justru rasa takut, skeptis, dan ketidakpercayaan, dampaknya nggak main-main. Orang-orang terbaik bisa memilih menjauh. Bukan karena tidak cinta negara, tapi karena merasa energi, waktu, dan kemampuan mereka lebih aman digunakan di tempat lain yang dirasa lebih suportif. Padahal, Indonesia jelas butuh lebih banyak orang kompeten yang mau masuk dan membangun dari dalam. Kritik seperti ini seharusnya tidak selalu dibaca sebagai bentuk pesimisme. Justru sebaliknya, ini adalah sinyal bahwa banyak anak muda masih peduli. Mereka masih ingin berharap bahwa sistem bisa lebih sehat, lebih transparan, dan memberi rasa aman bagi siapa pun yang ingin berkarya. Kepercayaan bahwa ketika seseorang datang membawa kapasitas dan niat baik, ada ruang untuk bekerja, bertumbuh, dan berkontribusi tanpa terus dihantui rasa takut. Kalau negara ingin anak mudanya tetap mau tinggal, membangun, dan berkarya di rumah sendiri, mungkin yang paling dibutuhkan bukan sekadar ajakan. Tapi alasan untuk percaya.(*)Anak Muda Mau Berkarya, Tapi Kenapa Muncul Banyak Kekhawatiran?
Senin 18-05-2026,16:15 WIB
Reporter : MG - Nasywa Nayla Afany
Editor : Reki. M
Kategori :
Terkait
Rabu 19-08-2026,17:33 WIB
Menikah Bukan Sekadar Siap, PUP Dorong Remaja Matangkan Masa Depan
Rabu 19-08-2026,11:17 WIB
Pemerintah Kembali Kirim 65 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Gempa NTT
Sabtu 15-08-2026,18:41 WIB
Kepala BNPB Sebut Gempa M 7,7 Guncang NTT Akibatkan 38 Orang Tewas dan 2.000 Warga Mengungsi
Sabtu 15-08-2026,17:39 WIB
Lampung Financial Festival 2026 Hadir di Bandar Lampung, Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda
Jumat 14-08-2026,17:30 WIB
Hari Pramuka ke-65, Ketika Semangat Tunas Kelapa Tetap Relevan di Era Digital
Terpopuler
Selasa 25-08-2026,18:30 WIB
Logo Mandiri di Gedung Thamrin Dicopot, Ramai di Tengah Polemik Rekening Botok
Selasa 25-08-2026,20:20 WIB
Rutinitas Pagi Kicau Mania: dari Kerodong hingga Gantangan untuk Murai Batu Juara
Selasa 25-08-2026,21:14 WIB
Brand Makeup Lokal Tak Kalah dengan Brand Luar, Ini Produk yang Wajib Dicoba
Rabu 26-08-2026,02:28 WIB
Taksi Listrik Terserempet KRL di Perlintasan Stasiun Karet
Rabu 26-08-2026,02:28 WIB
Mengapa Arab Saudi Tidak Liburkan Maulid Nabi Muhammad SAW?
Terkini
Rabu 26-08-2026,14:39 WIB
Benci Suara Orang Mengunyah? Kenali Misophonia Menurut Penelitian Ilmiah
Rabu 26-08-2026,13:39 WIB
Dugaan Penggelapan Rp 1,2 Miliar Kreator Konten Vilmei, Diduga Melibatkan Karyawan dan 12 Akun TikTok
Rabu 26-08-2026,13:11 WIB
Stok Beras Indonesia Capai 5,1 Juta Ton, Pemerintah Klaim Siap Hadapi El Nino
Rabu 26-08-2026,13:07 WIB