Pemkot Bandar Lampung Targetkan Masterplan Penanganan Banjir Rampung dan Terintegrasi Tahun Ini

Kamis 07-05-2026,19:08 WIB
Reporter : MG M. Rivaldo Putra
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM - Pemerintah Kota Bandar Lampung menargetkan penyusunan masterplan penanggulangan banjir dapat diselesaikan pada 2026 sebagai upaya memperkuat sistem penanganan banjir yang lebih terpadu dan berkelanjutan. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi acuan utama dalam menentukan langkah penanganan banjir untuk jangka pendek hingga jangka panjang.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, menjelaskan bahwa masterplan yang disusun dengan dukungan pendanaan kementerian itu akan memuat berbagai strategi teknis sesuai kebutuhan wilayah yang rawan terdampak banjir.

“Targetnya tahun ini penyusunan teknisnya selesai sehingga arah penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang sudah lebih jelas dalam masterplan,” ujarnya.

Untuk penanganan jangka pendek, pemerintah akan fokus pada langkah cepat seperti pembersihan sedimentasi, normalisasi drainase, pembangunan sumur resapan dan biopori, hingga perbaikan titik saluran air yang menyempit. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi genangan dan memperlancar aliran air saat curah hujan tinggi.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan penyesuaian pada beberapa titik yang dianggap menjadi hambatan aliran air, termasuk bagian bawah jembatan yang menyebabkan penyempitan saluran.

Sementara itu, strategi jangka menengah dan panjang akan diarahkan pada pembangunan infrastruktur pengendali banjir dengan kapasitas besar, seperti embung dan kolam retensi. Proyek-proyek tersebut membutuhkan anggaran besar sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

Wilson mengungkapkan bahwa Kota Bandar Lampung sebenarnya telah memiliki dokumen masterplan sebelumnya. Namun, kondisi terbaru pascabanjir di sejumlah wilayah membuat pemerintah perlu melakukan pembaruan agar kebijakan yang disusun lebih relevan dengan situasi terkini.

“Masterplan lama perlu disesuaikan kembali karena perkembangan kondisi di lapangan dan kejadian banjir yang terjadi sekarang berbeda dari sebelumnya,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa persoalan banjir tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah kota. Penanganannya membutuhkan kerja sama lintas sektor dan lintas wilayah, termasuk dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga daerah sekitar.

Dengan adanya pembaruan masterplan tersebut, pemerintah berharap penanganan banjir di Bandar Lampung dapat dilakukan secara lebih terarah, efektif, dan mampu mengurangi dampak banjir yang selama ini sering terjadi di sejumlah kawasan kota. (*)

Kategori :