RADARTVNEWS.COM – Masalah anak sulit tidur di malam hari menjadi keluhan yang semakin sering dialami orang tua di tahun 2026. Banyak yang menganggap hal ini sebagai kebiasaan biasa, padahal gangguan tidur pada anak dapat berdampak serius terhadap kesehatan, pertumbuhan, serta perkembangan kognitif dan emosional mereka.
Salah satu penyebab utama yang sering diabaikan adalah paparan gadget sebelum waktu tidur. Cahaya biru dari layar smartphone, tablet, atau televisi dapat menghambat produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur rasa kantuk. Akibatnya, anak menjadi lebih sulit terlelap meskipun tubuhnya sebenarnya sudah lelah. Kebiasaan bermain gadget di malam hari juga membuat otak tetap aktif, sehingga sulit untuk masuk ke fase istirahat.
Selain itu, pola tidur yang tidak konsisten juga menjadi faktor penting. Anak yang tidak memiliki jadwal tidur yang teratur cenderung mengalami gangguan pada ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Misalnya, kebiasaan tidur larut malam di akhir pekan atau tidur siang terlalu lama bisa membuat tubuh “bingung” kapan waktunya istirahat, sehingga berdampak pada kualitas tidur di malam hari.
Lingkungan kamar juga memiliki peran besar dalam menentukan kualitas tidur anak. Kamar yang terlalu terang, bising, atau memiliki suhu yang tidak nyaman dapat mengganggu proses tidur. Beberapa anak juga membutuhkan suasana yang tenang dan aman agar bisa tidur dengan nyenyak. Rasa takut gelap atau kecemasan tertentu juga bisa membuat anak terbangun di malam hari.
Faktor asupan makanan dan minuman sebelum tidur juga sering tidak disadari oleh orang tua. Konsumsi makanan tinggi gula atau minuman yang mengandung kafein seperti teh, cokelat, atau minuman kemasan dapat meningkatkan energi anak di malam hari. Selain itu, makan terlalu dekat dengan waktu tidur bisa membuat perut tidak nyaman dan mengganggu proses istirahat.
Tidak kalah penting, kondisi emosional anak juga sangat memengaruhi kualitas tidur. Anak yang sedang mengalami stres, kecemasan, atau perubahan dalam kehidupan sehari-hari—seperti pindah sekolah, tekanan akademik, atau masalah sosial—cenderung lebih sulit tidur. Pikiran yang aktif dan perasaan tidak tenang membuat anak kesulitan untuk rileks.
Kurangnya aktivitas fisik di siang hari juga dapat menjadi penyebab. Anak yang jarang bergerak atau berolahraga cenderung memiliki energi berlebih di malam hari. Hal ini membuat mereka tidak merasa cukup lelah untuk tidur tepat waktu. Aktivitas fisik yang cukup justru membantu tubuh lebih siap untuk beristirahat.
Para ahli menyarankan agar orang tua mulai menerapkan rutinitas tidur yang sehat. Menentukan jam tidur yang konsisten setiap hari, termasuk di akhir pekan, sangat penting untuk menjaga ritme tubuh anak. Selain itu, penggunaan gadget sebaiknya dihentikan setidaknya satu jam sebelum waktu tidur.
Membangun kebiasaan sebelum tidur juga bisa menjadi solusi efektif. Aktivitas sederhana seperti membaca buku, mendengarkan cerita, atau mandi air hangat dapat membantu tubuh anak menjadi lebih rileks. Orang tua juga disarankan untuk menciptakan suasana kamar yang nyaman, dengan pencahayaan redup dan suhu yang sesuai.
Jika gangguan tidur berlangsung dalam jangka waktu lama atau semakin parah, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan tenaga medis atau psikolog anak. Penanganan yang tepat sejak dini dapat mencegah dampak yang lebih serius terhadap kesehatan dan perkembangan anak.
Tidur yang cukup bukan hanya soal durasi, tetapi juga kualitas. Dengan memahami berbagai penyebab yang sering diabaikan, orang tua dapat membantu anak mendapatkan istirahat yang optimal. Karena pada akhirnya, tidur yang baik merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak yang sehat dan bahagia.(*)
BACA JUGA:Sulit Tidur di Malam Hari? Waspadai Gejala Insomnia