Dari Mana Sebenarnya Air di Bumi Berasal? Ini Penjelasannya

Kamis 09-04-2026,23:29 WIB
Reporter : MG - Tri Suci Sandrika
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM - Pernah nggak kepikiran kenapa Bumi bisa punya air sebanyak itu sampai hampir seluruh permukaannya dipenuhi lautan? Kalau dilihat dari luar angkasa, Bumi memang tampak “biru”, dan itu bukan tanpa alasan. Air di Bumi jumlahnya sangat besar dan tersebar di lautan, sungai, hingga es di kutub.

 

Tapi air ini bukan muncul begitu saja. Proses terbentuknya sudah dimulai sejak Bumi pertama kali lahir sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Saat itu, Bumi masih berupa bola panas yang dipenuhi magma dan terus berubah karena aktivitas geologi yang sangat kuat. Belum ada lautan, belum ada hujan, bahkan atmosfernya pun masih terbentuk perlahan.

 

Salah satu penjelasan utama datang dari teori degassing. Pada masa awal itu, aktivitas vulkanik sangat intens. Dari dalam mantel Bumi, berbagai gas keluar ke permukaan, termasuk uap air (H₂O). Uap ini kemudian naik ke atmosfer awal Bumi yang masih sangat tebal dan tidak stabil.

 

Ketika Bumi perlahan mendingin, uap air di atmosfer mulai berubah menjadi cair. Dari proses ini terbentuk awan dalam jumlah besar, lalu turun hujan dalam waktu yang sangat panjang. Hujan ini tidak seperti hujan biasa, karena berlangsung sangat lama, diperkirakan bisa ribuan hingga jutaan tahun. Air yang turun kemudian mengisi cekungan di permukaan Bumi dan membentuk lautan pertama.

 

Selain berasal dari dalam Bumi, ada juga kemungkinan tambahan air dari luar angkasa. Pada masa awal tata surya, Bumi mengalami periode yang disebut Late Heavy Bombardment, yaitu ketika banyak asteroid dan komet menghantam permukaan planet secara terus-menerus.

 

Sebagian dari benda langit itu mengandung es atau air beku. Saat menabrak Bumi, es tersebut mencair dan ikut menambah jumlah air yang sudah ada sebelumnya. Penelitian juga menemukan kesamaan komposisi kimia antara air di Bumi dan air dari beberapa asteroid tertentu, yang membuat teori ini semakin masuk akal.

 

Dari dua proses ini, bisa disimpulkan bahwa air di Bumi kemungkinan besar berasal dari kombinasi sumber internal dan eksternal. Artinya, lautan yang kita lihat sekarang adalah hasil akumulasi proses yang berlangsung sangat lama.

 

Setelah itu, air di Bumi terus mengalami perubahan. Salah satunya adalah kenapa air laut menjadi asin. Awalnya, air laut tidak seasin sekarang. Rasa asin muncul dari proses pelapukan batuan di daratan. Air hujan yang sedikit asam karena bercampur karbon dioksida akan mengikis batuan, membawa mineral dan garam ke sungai, lalu akhirnya bermuara ke laut.

Kategori :