Tren Jurusan AI di Kampus Meningkat, Transformasi Kurikulum Jadi Tantangan

Rabu 01-04-2026,15:15 WIB
Reporter : MG - Rizky Kurniawan Saputra
Editor : Reki. M

RADARTVNEWS.COM - Tren pembukaan program studi Artificial Intelegence (AI) mulai terlihat di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa kampus tidak hanya mengenalkan AI sebagai materi tambahan, tetapi mulai menjadikannya sebagai bidang studi yang lebih terstruktur.

Sejumlah perguruan tinggi bahkan telah lebih dulu mengembangkan pembelajaran AI, baik dalam bentuk program studi khusus maupun integrasi dalam kurikulum teknologi yang sudah ada. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa AI mulai diposisikan sebagai kompetensi penting di masa depan. Salah satu kampus yang akan membuka program studi AI adalah Universitas Indonesia. Program tersebut direncanakan mulai menerima mahasiswa pada tahun akademik 2026/2027. 

BACA JUGA: Revolusi AI 2026: Banyak Profesi Berubah, Sebagian Terancam Hilang

Rektor UI, Heri Hermansyah, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya kampus untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ia menyampaikan hal tersebut usai Sidang Terbuka Dies Natalis ke-76 UI di Depok, Februari 2026. 

Menurutnya, AI telah diterapkan di berbagai aspek kehidupan dan tidak dapat dihindari, sehingga perguruan tinggi perlu terlibat dalam pengembangannya. Di sisi lain, pengamat pendidikan tinggi menilai bahwa tren ini perlu diikuti dengan perubahan yang lebih mendasar. 

Guru Besar UI, Rhenald Kasali, dalam forum pendidikan yang digelar SEVIMA pada Februari 2026, menyebut bahwa banyak perguruan tinggi masih bergerak dengan pendekatan lama di tengah perubahan yang berlangsung cepat. Ia menilai, kampus yang tidak mampu membaca momentum perubahan berisiko tertinggal.

Dalam konteks ini, pembukaan program studi AI dapat dilihat sebagai respons awal terhadap perkembangan tersebut. Namun demikian, sejumlah tantangan masih mengemuka. 

BACA JUGA: Kuliah Online Makin Diminati, Kampus Konvensional Mulai Beradaptasi

Integrasi AI dalam pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pembukaan jurusan baru, tetapi juga menyangkut perubahan metode pembelajaran dan desain kurikulum.

Pemanfaatan AI di banyak perguruan tinggi saat ini masih berada pada tahap awal. Penggunaan teknologi tersebut cenderung terbatas pada aspek operasional, seperti administrasi akademik atau pendukung pembelajaran.

Padahal, AI memiliki potensi untuk mengubah proses belajar menjadi lebih adaptif dan interaktif. Perubahan ini juga berdampak pada peran dosen.

Akses informasi yang semakin terbuka melalui teknologi membuat mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan secara mandiri.  Dalam situasi ini, dosen dituntut untuk berperan lebih sebagai fasilitator dan pembimbing dalam proses pembelajaran.

Kondisi tersebut menuntut adanya penyesuaian yang lebih luas di lingkungan perguruan tinggi. Tanpa transformasi kurikulum yang menyeluruh, terdapat risiko ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. 

Dengan demikian, tren pembukaan jurusan AI mencerminkan upaya perguruan tinggi untuk merespons perubahan teknologi. Namun, langkah ini dinilai perlu diikuti dengan transformasi yang lebih komprehensif agar implementasinya tidak berhenti pada level struktural.

Kategori :