RAM DDR4 di Indonesia Masih Mahal, Bukan Sekadar Soal Stok

Rabu 01-04-2026,11:34 WIB
Reporter : MG Exsa Agdi Farhensen
Editor : Jefri Ardi

‎Efek psikologis ini menciptakan siklus: permintaan tetap ada, harga tidak turun, dan pengguna terus bertahan.

‎Perbandingan Harga yang Tidak Selalu Masuk Akal

‎Menariknya, dalam beberapa kondisi, selisih harga antara DDR4 dan DDR5 tidak lagi terlalu jauh. Namun, biaya total untuk beralih ke DDR5 termasuk motherboard dan prosesor masih menjadi penghalang utama.

‎Akibatnya, banyak pengguna merasa lebih “masuk akal” untuk tetap membeli DDR4, meskipun harganya tidak lagi semurah beberapa tahun lalu.

‎Apa Dampaknya bagi Pengguna?

‎Bagi pengguna, kondisi ini menuntut strategi yang lebih bijak. Upgrade perangkat tidak lagi sekadar soal memilih komponen termurah, tetapi juga mempertimbangkan nilai jangka panjang.

‎Jika masih menggunakan sistem lama, menambah RAM DDR4 bisa menjadi solusi cepat untuk meningkatkan performa. Namun, bagi yang berencana membangun PC baru, mempertimbangkan platform DDR5 mungkin lebih relevan untuk investasi jangka panjang.

‎Perbandingan Harga DDR4 vs DDR5 di Indonesia

‎Untuk memberi gambaran yang lebih jelas, berikut beberapa contoh harga RAM yang beredar di pasar Indonesia (kapasitas sama: 8GB):

Fakta Lapangan: Selisih Harga Masih Lebar

‎Dari data tersebut, terlihat jelas:

  • ‎DDR4 masih berada di kisaran ratusan ribu hingga 1 jutaan
  • ‎DDR5 langsung melonjak ke kisaran 1,2 juta hingga hampir 2 juta

‎Artinya, selisih harga bisa mencapai: 2–3 kali lipat untuk kapasitas yang sama

‎Ini bukan sekadar angka ini adalah alasan utama kenapa banyak pengguna Indonesia masih bertahan di DDR4.

‎Bahkan untuk kelas entry-level:

  • ‎DDR4 masih bisa didapat sekitar Rp400 ribuan 
  • ‎Sementara DDR5 jarang turun di bawah Rp1 juta

‎Kenapa Ini Penting untuk Berita Kamu

Kategori :