SSD Ikut Meroket: Harga Storage Global Tertekan Kebutuhan AI

Selasa 31-03-2026,13:44 WIB
Reporter : MG Exsa Agdi Farhensen
Editor : Jefri Ardi

‎Seri SATA – ADATA SU650

  • ‎120GB → Rp300.000 – Rp400.000
  • ‎240GB → Rp400.000 – Rp600.000
  • ‎480GB → Rp700.000 – Rp1.000.000
  • ‎1TB → Rp1.200.000 – Rp1.800.000

Spesifikasi:

  • ‎SATA III
  • ‎Kecepatan baca hingga 520 MB/s

‎Seri NVMe Gen3 – ADATA LEGEND 710

  • ‎256GB → Rp400.000 – Rp700.000
  • ‎512GB → Rp700.000 – Rp1.100.000
  • ‎1TB → Rp1.200.000 – Rp1.800.000
  • ‎2TB → Rp2.500.000 – Rp3.500.000

Spesifikasi:

  • ‎PCIe Gen3
  • ‎Kecepatan baca hingga 2.400 MB/s

‎Seri High-End – ADATA XPG GAMMIX S70 Blade

  • ‎1TB → Rp1.800.000 – Rp2.800.000
  • ‎2TB → Rp3.000.000 – Rp4.500.000

Spesifikasi:

  • ‎PCIe Gen4
  • ‎Kecepatan baca hingga 7.400 MB/s

‎Tren Harga dan Dampak ke Konsumen

‎Kenaikan harga SSD mulai terlihat sejak awal 2026 dan diperkirakan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan. Kapasitas besar menjadi segmen yang paling terdampak karena tingginya permintaan dari industri AI.

Dampaknya:

  • ‎Biaya rakit PC meningkat
  • ‎Upgrade storage menjadi lebih mahal
  • ‎Pengguna mulai menahan pembelian kapasitas besar

‎Analisis: Storage Bukan Lagi Komponen Murah

‎Jika sebelumnya SSD dikenal semakin murah setiap tahun, kini tren tersebut mulai berbalik.

‎Kebutuhan AI telah mengubah posisi storage menjadi komponen strategis. Produsen cenderung mengalokasikan produksi ke sektor yang lebih menguntungkan, yaitu enterprise dan data center.

‎Di sisi lain, konsumen harus menghadapi realita baru: harga storage yang tidak lagi stabil.

‎Kenaikan harga SSD menjadi sinyal bahwa tekanan di industri memori telah meluas, tidak hanya pada RAM tetapi juga storage. Jika tren ini berlanjut, SSD berkapasitas besar berpotensi menjadi komponen mahal dalam waktu dekat.

‎Harga dapat berbeda tergantung wilayah distribusi dan kebijakan distributor resmi di masing-masing negara. (*)

BACA JUGA:Bahaya Membawa Laptop di Cantolan Motor bagi Pengendara

Kategori :