Akankah Tren “Kerudung jahat” Warnai Gaya Hijab Lebaran 2026?

Minggu 08-03-2026,09:00 WIB
Reporter : MG Rafidah Hanun Nabilah
Editor : Reki. M

RADARTVNEWS.COM - Menjelang Lebaran, tren fashion muslim selalu menarik perhatian, terutama bagi perempuan yang ingin tampil rapi saat bersilaturahmi.

Tidak hanya soal baju Lebaran, gaya hijab juga sering berubah mengikuti perkembangan tren. Pada tahun 2026 ini, muncul istilah yang cukup ramai dibicarakan di media sosial, yaitu tren “Kerudung jahat.”

Istilah tersebut mulai banyak muncul di platform seperti TikTok dan Instagram. Berbagai konten tutorial hingga inspirasi gaya hijab menggunakan istilah ini, sehingga menarik perhatian banyak orang.

Karena itulah, muncul pertanyaan apakah tren “Kerudung jahat” akan menjadi salah satu gaya hijab yang popular saat Lebaran 2026.

1. Apa yang dimaksud dengan “Kerudung jahat”?

Istilah “Kerudung jahat” muncul dari kreativitas seorang warganet di media sosial. Berawal dari akun TikTok @aditiyopp_ yang menyebut gaya hijab tersebut sebagai kerudung jahat, kemudian ramai distitch oleh para pengguna TikTok dan berujung viral. 

Walaupun terdengar unik, istilah “kerudung jahat” sebenarnya tidak memiliki arti negatif. Dalam konteks tren fashion, kata “jahat” sering digunakan untuk menggambarkan penampilan yang sangat menarik atau memikat orang yang melihatnya.

Tren ini merujuk pada gaya hijab pashmina yang ketika dipakai dapat memberikan kesan lebih elegan dan membuat wajah terlihat lebih tegas. Banyak orang menyebutnya “jahat” karena hasil akhirnya dianggap membuat penampilan terlihat lebih memukau.

2. Ciri khas gaya "Kerudung jahat"

Gaya ini biasanya menggunakan pashmina panjang dengan bahan yang ringan dan mudah dibentuk, seperti viscose. Bahan tersebut membuat hijab terlihat jatuh dengan rapi sehingga tampilannya tetap terlihat simpel dan tetap anggun.

Cara memakainya juga cukup sederhana. Bagian hijab biasanya dibentuk mengikuti garis dahi, sementara sisi yang lebih panjang dibiarkan jatuh rapi di salah satu sisi. Gaya ini bisa memberi kesan wajah terlihat lebih tirus dan tegas.

Selain itu, gaya ini juga dianggap praktis karena tidak membutuhkan banyak jarum pentul. Hal ini membuatnya cukup nyaman digunakan, terutama saat aktivitas Lebaran yang biasanya berlangsung cukup lama.

3. Alasan tren ini cepat popular

Ramainya tren ini tidak lepas dari pengaruh media sosial. Banyak kreator konten yang membagikan tutorial penggunaan hijab dengan gaya tersebut sehingga mudah diikuti oleh pengguna lainnya.

Selain itu, banyak orang ingin tampil menarik saat Lebaran. Momen berkumpul dengan keluarga, berfoto bersama, hingga menghadiri acara halal bihalal membuat sebagian orang mulai mencari inspirasi gaya hijab yang berbeda.

Gaya “Kerudung jahat” dianggap bisa memberikan kesan elegan tanpa terlihat terlalu berlebihan. Karena itu, tidak sedikit orang yang tertarik mencoba gaya ini untuk melengkapi outfit Lebaran mereka.

Kategori :