RADARTVNEWS.COM – Tidak semua mahasiswa berani keluar dari zona nyaman untuk mencoba pengalaman baru di tempat yang jauh dari rumah. Namun, keberanian itu ditunjukkan oleh Rasya Aulia Adhi Putri.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Lampung ini baru saja mengikuti kegiatan volunteer di Lombok bersama komunitas Pejuang Voluntrip.
Bagi Rasya, pengalaman tersebut menjadi perjalanan berharga yang mengubah cara pandangnya tentang banyak hal.
Dari Rasa Penasaran Menjadi Aksi Nyata
Rasya menceritakan bahwa keputusannya untuk ikut kegiatan volunteer berawal dari ajakan teman dan keinginan untuk mengeksplorasi wilayah Indonesia bagian timur. “Awalnya diajak teman juga, tapi alasan utamanya karena penasaran sama daerah Indonesia timur, terutama NTB. Aku pengen banget keluar dari zona nyaman dan coba hal baru,” ujarnya.
Ia bercerita, selama di Lombok ia bertemu dengan peserta dari sembilan negara, di antaranya Korea Selatan, El Salvador, India, Zimbabwe, dan Jerman. “Seru banget karena kita bisa saling tukar cerita dan belajar banyak hal baru dari teman-teman internasional,” tambahnya.
Proses dan Tantangan Selama Persiapan
Rasya tergabung dalam divisi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sebelum berangkat ke lokasi, para peserta sudah melalui berbagai proses pembekalan. “Sebelum berangkat, ada masa persiapan dan pembekalan selama dua sampai tiga bulan. Karena pesertanya dari berbagai daerah, jadi semua dijalankan secara online,” jelasnya.
Meski dilakukan secara daring, Rasya melihat proses itu sebagai tantangan sekaligus pengalaman yang mempererat hubungan antarpeserta. “Tantangannya sih karena komunikasi online kadang susah, tapi justru itu jadi kesempatan buat makin akrab sama teman-teman lain,” ujarnya.
Kehidupan Selama di Kaki Gunung Rinjani
Setibanya di Lombok, Rasya dan peserta lainnya ditempatkan di Desa Sembalun Lawang, sebuah desa indah yang terletak di kaki Gunung Rinjani. “Tempatnya deket banget sama gerbang pendakian Rinjani. Dari posko, kita bisa langsung lihat pemandangan gunung dan bukit-bukit di sekitarnya. Udara di sana juga dingin banget, nggak pernah nyentuh 30 derajat,” tutur Rasya sambil tertawa kecil.
Selama satu minggu, para peserta menjalankan berbagai kegiatan sosial dan juga menjelajahi keindahan Lombok. “Sekitar empat hari diisi dengan program kerja sesuai divisi masing-masing, lalu tiga harinya kita digunakan buat jelajah wisata. Kami ke beberapa tempat seperti Gili Bidara dan Gili Kondo, dua pulau kecil dengan pantai yang indah banget,” ungkapnya.
Menurutnya, Lombok memiliki pesona alam yang sulit dilupakan. “Alamnya bagus banget, dari pegunungan sampai lautnya. Semua benar-benar indah,” katanya.
Momen Berkesan dan Pelajaran yang Didapat
Dari seluruh pengalaman selama di Lombok, Rasya mengaku momen paling berkesan bukan hanya keindahan alamnya, tapi juga interaksi dengan sesama peserta. “Yang paling berkesan itu ketemu banyak orang baru. Dari mereka aku belajar banyak perspektif dan cara berpikir yang berbeda,” ujarnya.