RADARTVNEWS.COM – Terik Sabtu siang menyengat jalanan Bandar Lampung. Dari Jalan Kartini hingga arah Bypass, ribuan sepeda motor melintas tanpa jeda. Namun di tengah padatnya lalu lintas, pemandangan yang mengkhawatirkan masih kerap terlihat: helm retak, tali longgar, hingga helm “cetok” tipis yang lebih mirip aksesori ketimbang alat pelindung.
Memasuki 2026, ketika motor—termasuk kendaraan listrik—melaju semakin cepat, kualitas helm bukan lagi pilihan tambahan. Ia adalah garis tipis antara selamat dan cedera fatal.
1. Pastikan Sertifikasi SNI Terbaru
Standar Badan Standardisasi Nasional terus memperbarui regulasi, termasuk pengujian benturan multi-sudut. Pastikan logo SNI bukan sekadar stiker tempelan, melainkan emboss (cetak timbul) di bagian belakang helm. Sertifikasi ini menjamin helm telah lolos uji penetrasi, kekuatan tali, serta ketahanan suhu ekstrem—penting untuk cuaca Lampung yang panas menyengat lalu tiba-tiba hujan deras.
2. Pilih Ukuran yang “Snug Fit”
Helm yang benar harus terasa pas, sedikit menekan pipi namun tidak menyakitkan. Jika terlalu longgar, helm bisa bergeser atau terlepas saat benturan. Coba kenakan lalu gelengkan kepala; bila tidak goyah, itulah ukuran ideal Anda.
BACA JUGA:Copot Spion +15 HP? Ini Kesalahan Paling Umum Anak Muda Ketika Modifikasi Motor
3. Perhatikan Material Shell dan EPS
Cangkang luar (shell) sebaiknya berbahan polycarbonate berkualitas tinggi atau fiber composite. Namun kunci utamanya ada pada lapisan dalam: Expanded Polystyrene (EPS). Pilih EPS multi-density agar energi benturan terserap optimal, terutama di area pelipis dan belakang kepala.
4. Sistem Penguncian yang Tepat
Untuk pemakaian harian, microlock praktis dan cepat. Namun bagi yang sering touring jarak jauh, Double D-Ring lebih direkomendasikan karena menjadi standar keselamatan balap dunia dan lebih kuat menahan tarikan ekstrem.
5. Fitur Visor yang Adaptif
Cuaca tropis menuntut visor anti-scratch, anti-fog, dan idealnya dual visor. Kaca dalam gelap membantu mengurangi silau siang hari, sementara kaca luar bening menjaga visibilitas malam dan saat hujan.
Pada akhirnya, helm bukan sekadar syarat agar lolos razia. Ia adalah investasi keselamatan. Karena di jalan raya, satu keputusan kecil bisa menentukan masa depan Anda dan keluarga di rumah. (*)
BACA JUGA:Motor Keyless Dinilai Lebih Aman Dibandingkan Motor Non-Keyless